Apresiasi

Thursday, 18 June 2015

Meneladani Semangat Anis Hurrotul Firdausi, Gambar Motif Batik Sambil Asuh Si Kecil

Unknown     10:46:00    
Meneladani Semangat Anis Hurrotul Firdausi

Sambil menggendong putra keduanya, Adam, yang masih berusia empat bulan, tangan seorang peserta dengan telaten dan sabar menggoreskan pensil warna untuk menebali motif gambar disain batik. Sesekali tangannya harus terhenti melukis, untuk sekadar menenangkan si kecil yang mungkin merasa kurang nyaman dalam gendongan atau ingin ASI ibunya.


Meneladani Semangat Anis Hurrotul Firdausi
Seperti itu lah ketelatenan Anis Hurrotul Firdausi, yang menjadi salah seorang peserta lomba disain batik pada lomba kompetensi dan bina kreativitas dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) guru TK se Kabupaten Malang yang dipusatkan di kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Jl Penarukan 1 Kepanjen, Sabtu (16/5) lalu. Dengan bersusah payah, guru ini tetap bersemangat menyelesaikan disain motif batik hingga batas akhir waktu yang ditentukan.

Ya, hasil kerjaan Bunda Anis memang boleh dibilang lebih lambat dari peserta lain. Maklum saja, ia kerap harus terpecah konsentrasinya karena mengikuti lomba sambil membawa si kecil yang memang harus diajaknya. Ini karena si kecil tidak bisa ditinggal karena tidak mau meminum susu formula.

“Sudah dua jam masih belum kelar seluruh gambarnya, mas. Sudah tiga kali saya harus bolak-balik menyusui Adam yang awalnya bersama bapaknya,” terang guru TK PKK Arrahmah Pagelaran ini.

Soal motif bunga, Bunda Anis mengaku tidak begitu kesulitan menggambar. Namun, karena disain diharuskan menyertakan logo IGTKI, dibutuhkan konsentrasi lebih serius karena gambar harus simestri dan presisi.

“Sebenarnya, sebelum lomba ada workshop menggambar disain batik. Namun, Saya tidak ikut menjadi peserta. Saya hanya pandai menggambar,” aku ibu dua putra ini. anis pun mengaku hanya browsing gambar-gambar motif batik sederhana di internet untuk dijadikan referensi.

Selain Anis Hurrotul Firdausi, peserta lomba disain batik ini juga diikuti sejumlah peserta pendidik TK dengan usia muda, sekitar 20 tahun. Ada juga satu-satunya peserta laki-laki di bidang lomba ini, yakni Jatmiko dari TK Mutiara Cendekia kecamatan Pakis.

Furman Ali, salah seorang juri lomba disain batik mengungkapkan, tema disain adalah Batik khas Malangan dengan memasukkan unsur logo IGTKI. Hasil disain terbaik nantinya, kata Furman, akan dijadikan disain seragam batik yang akan dipakai guru TK se Kabupaten Malang. (Choirul Amin)


Cak Hasan Abadi, Pemuda Populis Kandidat Doktor Warisi Darah Aktivis: Dari Nyantri hingga Jualan Lesehan

Unknown     10:46:00    

Membincang aktivis pemuda di Malang, tentunya tidak bisa memalingkan sosok Hasan Abadi. Ya, pria yang lebih akrab disapa Cak Hasan ini tidak lah asing di telinga khususnya warga Kabupaten Malang, karena peran aktivnya di berbagai kegiatan kepemudaan dan kemasyarakatan.

Cak Hasan Abadi
Setidaknya, sepuluh tahun terakhir sepertinya menjadi usia emas Cak Hasan, khususnya di bidang kepemudaan dan pendidikan. Paling anyar, ia menjalani amanah sebagai ketua Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang periode 2015-2020.

Ya, kepeloporan seorang Hasan Abadi layak diteladani. Besar di lingkungan keluarga yang kental dengan Islam, tak membuatnya menjadikannya anak yang terlalu penurut dan minder. Dengan bimbingan orang tua dan lingkungannya, Cak Hasan bahkan bisa tetap tumbuh menjadi pemuda kreatif, kritis, dan memiliki semangat juang tinggi.

Bayangkan saja, saat masih remaja, Cak Hasan sudah akrab dengan organisasi dan kepemimpinan. Saat menjadi siswa SMPN Bululawang (1986/1987) ia sudah dipercaya menjadi ketua kelas. kemudian, menjadi sekretaris PP Al-Islam (1994-1996) dan Komisariat IPNU PP Al-Islam (1990-1996) saat masih menjadi siswa SMA, hingga dipercaya menjadi pengurus PC IPNU.

Cak Hasan pun tumbuh dengan sejuta ide, kreativitas, bahkan obsesi dan impian? Sejumlah kegiatan berbasis komunitas yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat selalu ada dalam benaknya. Paling banyak berkaitan dengan pendidikan memang, namun ide-idenya tetap tidak mengabaikan sosial. Menggalang forum komunikasi dan jaringan antar elemen adalah makanan sehari-harinya, terutama saat ia masih aktif kuliah.

Bahkan, dalam tahun yang sama, lebih dari tiga kepengurusan organisasi atau pun kelembagaan yang didudukinya. Baik itu di lingkungan komunitas aktivis, pendidikan, atau pun kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Cak hasan pun tidak hanya menjadi penggembera, namun selalu dipercaya membidangi program kegiatan strategis seperti pengkaderan, litbang, atau bahkan ketua.

Kemampuan dan keilmuan Hasan Abadi bahkan sudah diakui sejak beberapa tahun silam. Selama dua tahun (2008-2009), menjadi Fasilitator Nasional HSP-USAID untuk program Perencanaan Pembangunan Desa bidang Kesehatan.

Aktif menjadi fasilitator dan bergelut dalam berbagai kegiatan kepemudaan, tak lantas membuat Cak Hasan acuh pada dunia pendidikan. Pria yang menjadi dosen dan Kepala LPPM STAI Raden Rahmat Kepanjen sejak (kini Universitas Raden Rahmat) sejak tahun 2005 ini, banyak merintis lembaga pendidikan. Sebut saja, sebagai pendiri dan kepala SMK Cendika Bangsa tahun (2007-2013). Pada 2011, ia juga menjadi inisiator pendirian TK dan MI untuk anak-anak miskin di Dusun Patuk, Sukolilo, Kec. Wajak Kabupaten Malang. Paling anyar, tahun 2014 lalu ia menjadi Anggota Delegasi Pendidikan Indonesia ke China dan Thailand. Dengan kesempatan ini, ia pun berhasil mengirimkan siswa berprestasi sebanyak 4 orang dan mendapatkan beasiswa kuliah S1 & 5 guru kuliah S2 ke Cina.

Sejumlah kegiatan lain yang telah dirintisny seperti mengadakan kegiatan pelatihan 1000 kader Ansor untuk penguatan Desa, mengadakan Sekolah Kewirausahaan Ansor, Membuat BMT Ansorindo. Tahun ini, menginisiasi konferensi perdamaian internasional/Annual Malang International Peace Conference yang akan dihelat pada 5-7 September 2015 mendatang.

Hasan Abadi, terlahir di Malang pada 7 Agustus 1975, putra dari seorang Ibu yang bernama Hj.Siti Sholichah mantan pedagang kecil di pasar dan aktif di Muslimat NU dan (Alm) H. Moh. Tholib Arsyad, yang semasa mudanya pernah aktif di ranting Ansor dan NU sebelum meninggal di Makkah tahun 1995.

Hasan lulus S2 dari Dikti Depdiknas RI di Program Studi Administrasi Publik Program Pascasrjana Universitas Brawijaya Malang (lulus 2005). Saat ini ia juga sedang merampungkan beasiswa studi S3 di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam. (min)

Khasanah Tari Tradisional Malangan Diminati Pelajar

Unknown     10:46:00    
Khasanah Tari Tradisional Malangan Diminati Pelajar
Khasanah Tari Tradisional Malangan Diminati Pelajar
Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar. Namun, Malang juga kaya akan khazanah seni-budaya, tak terkecuali seni tari tradisional. paling dikenal khalayak adalah Topeng Malang dan Beskalan.

Dua tarian ini pun tetap lestari karena tetap diminati pelajar walau tidak semua menyukainya. Dalam berbagai acara resmi di sekolah atau pun even, dua tarian ini hampir selalu muncul dan disuguhkan. Sebagian ditampilkan dengan kreasi modifikasi sedemikian rupa.

Awalnya, Topeng Malang merupakan penutup wajah yang digunakan dalam pertunjukan wayang topeng yang memberikan makna jasmani atau badan yang tampak. Selain itu, topeng Malang juga digunakan dalam pagelaran Tari Topeng. Wayang Topeng Malang memiliki ciri khas dalam hal kesenirupaan, tata busana, iringan musik gamelan, dan ragam cerita yang dimainkan. Cerita topeng Malangan bersumber pada ragam sastra lisan cerita Panji yang ruang waktu dan suasananya mengacu pada peristiwa sejarah jaman Singasari, Kediri, Daha, dan Tanah Sabrang pada masa pemerintahan Prabu Airlangga.

Tari Topeng Malang mulai muncul pada tahun 1898 dengan dua dalang pertamanya, yaitu Mbah Reni dan Mbah Gurawan. Sementara itu, pembuat topeng Malang yang terkenal hingga saat ini adalah almarhum Mbah Karimun yang berasal dari Pakisaji, Kabupaten Malang.

Tari Topeng Malang sangat khas karena merupakan hasil perpaduan antara budaya Jawa Tengahan, Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing) sehingga akar gerakan tari ini mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa, Madura dan Bali. Salah satu keunikannya adalah pada model alat musik yang dipakai seperti rebab (sitar Jawa) seruling Madura (yang mirip dengan terompet Ponorogo) dan karawitan model Blambangan.

Tari Topeng sendiri diperkirakan muncul pada masa awal abad 20 dan berkembang luas semasa perang kemerdekaan. Tari Topeng adalah perlambang bagi sifat manusia, karenanya banyak model topeng yang menggambarkan situasi yang berbeda, menangis, tertawa, sedih, malu dan sebagainya. Bisanya tari ini ditampilkan dalam sebuah fragmentasi hikayat atau cerita rakyat setempat tentang berbagai hal terutama bercerita tentang kisah-kisah panji. 

Sementara itu, Tari Beskalan merupakan tarian ucapan “Selamat Datang”, yang dipakai dalam upacara penyambutan tamu yang datang berkunjung ke Kota Malang. Beskalan sendiri berasal dari kata “bakalan” yang artinya pertama atau dasar dari segala bentuk penghargaan terhadap tamu atau orang asing yang muncul secara spontan. Dua tarian lain yang terkenal di Malang adalah tari Bedayan Malang dan Grebeg Wiratama. (*)

Fahion Ethnic Ajang Mas lan Mbak SMANEKA Kreatif Abis!

Unknown     10:43:00    

 Fahion Ethnic Ajang Mas lan Mbak SMANEKA Kreatif Abis!
Tiada hari tanpa belajar dan latihan. Tak ada minat dan bakat siswa yang tidak tertempa dan terasah! Begitu mungkin ungkapan pas menggambarkan keseharian aktivitas siswa SMA Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang.

Saking banyaknya kegiatan, hingga lingkungan SMA Negeri 1 Kepanjen seperti selalu tetap ‘hidup’ dan ramai. Ya, sekolah ini memang memiliki seabrek kegiatan pembinaan yang bisa diikuti siswa sesuai bakat dan minatnya, akademik maupun non akademik. Tak asal memberikan dan memfasilitasi kegiatan ekskul siswa, bakat-minat mereka benar-benar diasah melalui program latihan rutin dan dipandu oleh instruktur profesional dan berpengalaman.

Ini pula yang membuat SMAN 1 Kepanjen tetap penuh kegiatan bahkan sampai petang, meski jam pelajaran berakhir. Latihan rutin dan proses kreatif siswa ini pun selalu terwadahi melalui berbagai kegiatan sekolah dalam bentuk festival, gebyar, atau pun lomba-lomba. Sebut saja, kegiatan gelar karya cipta (GKC), anugrah karya whimeba (AKW), ajang Mas lan Mbak, atau berbagai ajang festival dan kompetisi lainnya yang diselenggarakan rutin setiap tahun.

Ajang seleksi Mas lan Mbak misalnya, rutin digelar sebagai penjaringan bakat dan prestasi siswa untuk bisa berkesempatan mengikuti ajang nominasi Joko-Roro Kabupaten Malang yang selalu diadakan Kabupaten Malang tiap tahun. Peserta juga dapat meluapkan kekreativan di segmen Fashion Etnic, dimana setiap kelas mengirimkan model yang akan mengenakan kostum rancangan teman sekelas.

Bakat dan minat mereka tertempa melalui kegiatan pengembangan diri yang ada, hingga semuanya mampu menjadikan ikon kreativitas dan potensi siswa di bidang apapun. (min)

Film ‘Aku pun Bisa! Raih Nominasi FLS2N

Unknown     10:41:00    

Film ‘Aku pun Bisa! Raih Nominasi FLS2N
Prestasi membanggakan di bidang film kembali terlahir dari kemampuan kreatif siswi SMA Islam Kepanjen. Meraih juara 1 pembuatan film pendek ajang festival lomba seni siswa nasional (FLS2N) jenjang SMA yang digelar Dinas Pendidikan pertengahan April lalu, tim film siswa SMA Islam menjadi wakil Kabupaten Malang di ajang serupa tingkat Jawa Timur Juni ini.

Film pendek nominasi FLS2N ini dibuat empat siswi SMA Islam, yakni Alif Vionita Oktavian, Ananda Karunia, Fadil Firdiawan, dan Stamrotu U. Karya mereka berhasil menyisihkan 6 karya peserta lain dari sekolah SMA se Kabupaten Malang. Berjudul ‘Aku pun Bisa!’, film dokumenter berdurasi tiga menit ini mengisahkan tentang semangat kuat mengenyam pendidikan tokoh yang kebetulan siswa SMA setempat meski dalam kondisi mengalami keterbatasan fisik.

“Film ini berkisah tokoh yang mengalami kelainan fisik, namun tetap semangat sekolah bersama siswa kebanyakan. Meski fisiknya kurang normal, ia pun bertekad sekolah dan tergolong siswa yang rajin belajar,” demikianAlif Vionita , salah satu kru film yang kebetulan menjadi penulis naskah dan editor.

Proses penggarapan film ini pun cukup singkat, hanya sepekan. Maklum, ketiga siswi ini memang sudah terbiasa bergelut dengan dunia multimedia yang diadakan secara khusus di sekolah mereka melalaui program School Empowering Program (SEP). Selama mengikuti program ini, siswa SMA Islam Kepanjen memang diberi tugas membuat film pendek melalui tugas kelompok. 

“Pengambilan gambar paling sulit dalam penggarapan film. Namun, yang paling menantang adalah bagaimana bisa memasukkan dan cara menyajikan pesan kritik atau pun sindiran dalam film yang dibuat,” tambah Ananda Karina S yang bertindak sebagai kameramen dan produser.

Sudah lima karya film dokumenter yang sudah dihasilkan tiga sekawan ini. Semua bertema tentang pendidikan. Dan, pada ajang FLS2N tingkat Jawa Timur 4 Juni mendatang, mereka pun sudah menyiapkan satu karya film baru. Judulnya tentang persahabatan dengan pesan cerita karakter dan mistis.   (min)

SMP Negeri 4 Kepanjen, Gudangnya Kreasi dan Prestasi Siswa

Unknown     10:39:00    

SMP Negeri 4 Kepanjen, Gudangnya Kreasi dan Prestasi Siswa

SMP Negeri 4 Kepanjen, Gudangnya Kreasi dan Prestasi Siswa
SMP Negeri 4 Kepanjen memang terbukti sekolah bermutu dan unggul. Sekolah eks RSBI ini menjadi gudangnya kreativitas dan potensi siswa-guru. Setiap tahun, berbagai prestasi selalu terlahir dari pembinaan akademik dan pengembangan bakat dan kreativitas sekolah ini.

Paling anyar adalah prestasi duta FLS2N Jawa Timur bidang lomba cipta lagu. Evira Rahma Aya Sofia, siswa kelas 8, berhasil meraih juara 3 ajang FLS2N SMP Jatim awal Juni lalu. Prestasi lainnya adalah terpilihnya siswi SMPN 4, Ajeng Auliya, sebagai juara Putri Lingkungan dalam rangka Ajang Putri Kartini yang dilangsungkan Mei lalu. Juga penghargaan siswa berprestasi bidang seni Kabupaten Malang yang diberikan kepada Anton Hendra Kusuma.

Di bidang olahraga, tim basket putra-putri SMPN 4 juga tak tertandingi. Setidaknya, ini terbukti di ajang turnamen bola basket se Kabupaten Malang antar SMP/MTs yang dilangsungkan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen pertengahan Mei lalu. Tim basket putra SMPN 4 menyisihkan 26 tim peserta lain. sementara, tim basket putri berjaya hingga partai final setelah melewati tim peserta lain.

Bakat dan kreativitas seni siswa SMPN 4 Kepanjen memang selalu terasah dan terwadahi dengan pembinaan ekskul pengembangan diri yang bukan asal.   Setidaknya, ada jenis ekskul pengembangan diri yang diberikan pada siswa. hampir semua telah melahirkan prestasi juara sejak lima tahun terakhir. (min)

Guru SMPN 4 Wakili Kabupaten OSN Guru Jatim: Kompak Lesson Study, Waktu Luang untuk Latihan

Unknown     10:36:00    

Guru SMPN 4 Wakili Kabupaten OSN Guru Jatim

Pendidik profesional memang harus selalu bisa menunjukkan kompetensinya. Bahkan, pendidik profesional juga harus selalu terbuka dan siap untuk belajar dan meningkatkan diri dan mengembangkan keprofesiannya.

Bisa dibilang, guru-guru SMP Negeri 4 Kepanjen paling siap terhadap tuntutan ini. setidaknya, ini ditunjukkan sejumlah guru Matematika yang belum lama ini mengikuti olimpiade sains nasional MIPA Guru se Kabupaten Malang. Salah seorang guru, Dra Djazilatul Chusniyah, bahkan mampu bersaing menjadi terbaik dalam olimpiade.

Bersama, guru senior ini akhirnya harus mewakili Kabupaten Malang di ajang OSN Guru tingkat Jawa Timur pada 9 Juni ini. selama kurun tak lebih sebulan ia harus mampu menunjukkan sebagai guru berprestasi dengan profesiolitas tinggi. hampir tiap hari menjelang olimpiade tingakt Jatim, ibu guru harus rajin bergelut dengan soal-soal OSN, juga pengetahuan dan penerapan pedagogik. Sakin mepetnya waktu persiapan, ia pun harus pandai-pandai memanfaatkan waktu luang dan menjaga motivasniya.

Kepada Majalah CENDEKIA, ia mengaku harus pinter melawan rasa capek dan kantuk yang kerap menghinggapi di sela-sela kesibukannya mengajar dan di rumah. Saat luang dan mood, ia memang bisa sedikit berlama-lama belajar dan latihan soal-soal serta pengetahuan pedagogik serta penerapannya. Alhasil, sudah setidaknya 75 persen soal-soal latihan OSN empat tahun terakhir diselesaikannya.

“Sebagian ada yang sekadar mereview karena sdah dikerjakan sebelumnya. sejumlah soal belum pernah didapati sebelumnya. semuanya soal analisa dan uraian,” terangnya ditemui di sela-sela mengajar, Senin (1/6). Paling berat bagi Djazilatul menghadapi OSN Guru Jatim mendatang adalah pengalaman best-practices yang harus dibuktikan rekaman video pembelajaran. Sebagai seorang pendidik yang kompetensi, ia harus mampu menunjukkan mampu menerapkan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran di kelas dalam video ini.

Tahun 2014 Lalu, apresiasi potensi serta pengembangan diri di bidang seni oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga disematkan pada guru SMPN 4 Kepanjen, Dra Endry Yoheni, di ajang Seleksi Siswa dan Guru Berprestasi Bidang Seni. Mewakili Kabupaten Malang Endry Yoheni mendapat peringkat juara III dan berhak mendapatkan penghargaan dari Dinas Pendidikan dan Gubernur Jawa Timur.

Ketentuan khusus peserta Seleksi Siswa dan Guru Berprestasi di Bidang Seni ini adalah memiliki prestasi unggulan bidang seni serta memiliki kompetensi pada bidang seni yang di minati. Kala itu,  yang jadi penilaian adalah mengumpulkan portofolio, berkarya, dan presentasi karya yang telah dibuat (karya original). (min)

Hati-hati, Tablet Paling Berkuman!

Unknown     10:32:00    
Hati-hati, Tablet Paling Berkuman!
Kita cenderung mengira toilet adalah tempat yang paling berkuman di rumah. Padahal, tanpa kita sadari, beberapa tempat yang terlihat bersih di rumah justru menjadi area nyaman bagi kuman untuk berkembang biak. Ini sebabnya orang lebih sering menyikat lantai dan dinding kamar mandi. Sebaliknya, tempat atau benda-benda lain yang kita gunakan sehari-hari di rumah justru sering luput dari perhatian.

Pada papan ketik komputer, misalnya. Sebuah uji coba pernah dilakukan dengan menyeka papan ketik, termasuk celah atau ruang di antara tutsnya. Rata-rata, dalam satu kali penyekaan, 480 unit bakteri Staphylococcus aureus atau Staph terangkat. Papan ketik komputer termasuk yang sulit dibersihkan, bahkan dengan menyemprotnya dengan alat kompresi udara sekalipun.

Sama halnya dengan perangkat telepon genggam dan remote control televisi. Mungkin Anda termasuk yang tertib mencuci tangan dan kaki sebelum tidur, namun kemudian meraih remote control dan menyalakan TV. Para ahli mikrobilogi menemukan remote control TV membawa sekitar 1600 bakteri per 100 sentimeter perseginya. Sabak (tablet) bahkan lebih berkuman daripada papan ketik komputer, yakni sekitar 600 unit bakteri sekali seka. Telepon genggam terpapar oleh rata-rata 140 unit bakteri, sementara toilet hanya sekitar 20 unit.

Bagian dasar dompet dan tas wanita pun menjadi area yang nyaman bagi kuman. Perempuan seringkali meletakkan tas atau dompet mereka di lantai tempat-tempat umum, seperti dalam transportasi publik atau toilet. Tanpa sadar, mereka memindahkan kuman-kuman dari dompet atau tas mereka ke meja dapur. Di Inggris, peneliti menemukan satu dari lima tas wanita terkontaminasi bakteri berbahaya dalam jumlah tinggi. Perlengkapan make up di dalamnya, seperti krim tangan dan wajah, lipstik, dan maskara pun kemungkinan tak luput dari kontaminasi kuman dan bakteri.

Ngeri, ya? Tapi jangan khawatir, selama Anda mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum melakukan kegiatan-kegiatan penting, seperti makan, memasak, dan berangkat tidur, Anda mengurangi risiko terpapar penyakit dari kuman dan bakteri-bakteri tadi. Jangan lupa juga untuk selalu membersihkan tempat atau benda-benda tadi sama seriusnya dengan membersihkan kamar mandi. (*)

SMP Negeri 1 Gondanglegi Goes to Adiwiyata Nasional

Unknown     10:29:00    
SMP Negeri 1 Gondanglegi Goes to Adiwiyata Nasional
SMP Negeri 1 Gondanglegi Goes to Adiwiyata Nasional
SMP Negeri 1 Gondanglegi didirikan tahun 1984 silam. Pembangunan awal waktu itu hanya ada tiga ruang yang digunakan untuk kelas 1, 2 dan 3 serta ditambah satu ruang kepala sekolah. Empat puuh tahun berselang, SMPN 1 Gondanglegi terus berkembang hingga kini mempunyai 24 ruang kelas, dan beberapa faslitas pendukung lain seperti 3 ruang laboratorium, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang UKS, dan 1 ruang ketrampilan.

Bahkan, kini SMP Negeri yang berlokasi 10 km sebelah timur dari kota Kepanjen, Ibukota Kabupaten Malang ini kini memiliki satu ruang Adiwiyata. Ini tidak terlepas karena sejak tiga tahun terakhir sekolah terakreditasi terakhir 2008 dengan predikat A mengembangkan program menjadi sekolah berwawasan dan berbudaya lingkungan.

SMP Negeri 1 Gondanglegi Goes to Adiwiyata Nasional
Tak hanya melakukan berbagai pembenahan sarpras fisik, SMPN ini pun memanfaatkan luas lahannya  12.435 m2 untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan. Diantaranya, membangun taman ruang terbuka hijau, taman apotik hidup, sanitasi, resapan air, pengelolaan sampah, dan fasilitas pendukung lainnya.

April lalu, SMPN 1 Gondanglegi telah mendapatkan kunjungan penilaian Sekolah Adiwiyata Jawa Timur untuk bersaiang menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional. SMPN 1 bersaing dengan 207 sekolah lain se Jatim.   (min)

Karawitan Cilik dan Geguritan Jawa di SMPN 1, Ikon Seni Pelajar Kabupaten Malang

Unknown     10:26:00    
Karawitan Cilik dan Geguritan Jawa di SMPN 1,  Ikon Seni Pelajar Kabupaten Malang
Kabupaten Malang belum banyak memiliki ikon seni pelajar yang berkembang di sekolah-sekolah. khususnya, seni tradisional karawitan dan geguritan alias puisi berbahasa Jawa. Satu-satunya seni pelajar bidang ini yang sudah menjadi ikon ada di SMPN 1 Gondanglegi.

Ya, seni tradisional karawitan mulai dikembangkan di SMPN ini pada 2007 silam, saat sekolah ini dipimpin kasek. Sebagai sarana awal untuk membekali siswa agar memiliki kepedulian pada pelestarian Nguri-nguri budaya Jawa adalah dibelinya seperangkat alat musik gamelan. Kala itu, harganya hanya Rp 8,5 juta.

Beberapa kurun waktu, memang tidak banyak prestasi bidang seni pelajar yang diraih siswa SMPN 1 Gondanglegi. namun begitu, penanaman kecintaan dan pelestarian seni budaya tradisional lebih mudah diberikan sewaktu-waktu melalui kegiatan ekskul karawitan. Apalagi, ketika karya kesenian lebih dikreasi dan dikolaborasi dengan seni lain. seperti sastra Jawa dalam bentuk geguritan.
Setidaknya 20-30 siswa berminat pada ekskul karawitan saat ini. mereka pun kerap latihan dan manggung, terutama pada acara-acara pensi dan hiburan yang digelar sekolah dan kecamatan. Paling anyar, ekskul di bawah asuhan Romo Davit Harijono, guru bahasa Jawa setempat, ini manggung mewakili Kabupaten Malang di ajang Festival Seni Budaya dan Budi Pekerti yang digelar Dinas Provinsi Jawa Timur, 29 Mei lalu. dalam pentas kolaborasi musikalilasi puisi ini, tim menampilkan pembacaan geguritan diiringi karawitan. Mereka terdiri dari (siswa SMPN 1 Gondanglegi), dan dua pembaca geguritan dari SMPN lain.

Hasilnya, tim seni pelajar ini berhasil meraih penghargaan sebagai 10 besar penyaji terbaik dan penulis naskah terbaik. Ajang festival yang dilangsungkan di Kota Surabaya ini diikuti 30 peserta dari kabupaten/kota se Jatim.(min)

Tiga Tahun, SMPN 1 Gondanglegi Berbenah Jadi Sekolah Adiwiyata, Kian Nyaman dan Asri untuk Belajar

Unknown     10:21:00    



Tiga Tahun, SMPN 1 Gondanglegi Berbenah Jadi Sekolah Adiwiyata, Kian Nyaman dan Asri untuk Belajar
Tiga Tahun, SMPN 1 Gondanglegi Berbenah Jadi Sekolah Adiwiyata, Kian Nyaman dan Asri untuk Belajar
Lokasi SMP Negeri 1 Gondanglegi memang berada agak pinggiran, cukup jauh dari perkotaan. Sekolah pinggiran dikelilingi areal pertanian dan perkebunan, SMPN 1 pun identik dengan lingkungan dan kultur masyarakat yang sebelumnya kurang mempedulikan kebersihan dan keindahan.

Namun, siapa sangka SMPN 1 Gondanglegi menjadi salah satu sekolah adiwiyata yang sudah mendapatkan penilaian nasional. predikat ini serasa sangat mengejutkan, mengingat apa yang ada di sekolah ini selama beberapa tahun terakhir terkesan apa adanya. Bahkan, kering dan ‘gersang.’

Apa yang didapati di lingkungan SMPN 1 Gondanglegi dua tahun lalu, dibandingkan yang tampak saat ini, secara fisik memang banyak yang berubah pada sekolah ini. lorong sepanjang ruang kelas tampak asri, dilngkapi taman beragam bunga di depan tiap-tiap kelas. sekolah menjadi tampak bersih karena halaman kosong dijaga kebersihannya dari sampah dan debu.

Tiga Tahun, SMPN 1 Gondanglegi Berbenah Jadi Sekolah Adiwiyata, Kian Nyaman dan Asri untuk Belajar
Jika masuk lagi ke areal lahan bagian belakang, Anda layaknya berwisata edukasi. hamparan taman yang hijau dan rindang tersaji di lahan ini. penaatan taman yang elok dengan jalan-jalan setapak untuk jogging track menambah asri. Tak hanya tanaman pelindung dan jenis bunga, aneka tanaman toga pun memenuhi lahan taman ini.

Tak ayal, wahana baru ini semakin mempercantik SMPN 1 Gondanglegi. hampir setiap pekan saat usai senam bersama, fasilitas jogging track ini banyak dimanfaatkan guru jalan sehat, sambil membimbing siswa-siswi yang melakukan berbagai aktivitas di taman saat itu. seperti merawat tanaman, membersihkan sampah, berkebun toga jahe dan kunyit, atau sekadar berkumpul dan belajar bersama dalam suasana taman yang tentunya sejuk dan lebih segar.

Setahun pertama Drs Suprianto dipindah menjadi kasek di SMPN 1 Gondanglegi memang lebih banyak melakukan pembenahan fisik. Tak hanya mengandalkan bantuan pemerintah melalui dana blockgrant untuk rehab atau ruang kelas baru, Suprianto juga banyak melakukan inisiatif dan prakarsa sendiri bersama wali murid. (min)

Haru dan Motivasi Iringi Pelepasan dan Wisuda Siswa

Unknown     10:16:00    

Selam dua pekan Mei terakhir, sejumlah sekolah SMA/SMK melangsungkan acara pelepasan dan wisuda atau purna wiyata siswa kelas XII yang dinyatakan lulus sekolah. Sejumlah kisah kecil terjadi selama prosesi dan mengiringi pelepasan siswa kepada orang tua masing-masing yang telah tiga tahun belajar di sekolah. Ada haru dan kesedihan berpisah dengan guru dan adik kelas. Namun, banyak juga apresiasi dan motivasi mengiringi wisudawan yang akan merasakan pendidikan tinggi atau pun dunia kerja.

Siswa SMKN 1 Gedangan, Rutin Dibekali Motivasi Kerja

Kesempatan kerja banyak didapatkan siswa lulusan SMK. Puluhan perusahaan dan industri (DUDI) banyak menggelar tes rekrutmen kerja bagi siswa SMK untuk berbagai bidang pekerjaan.Tak terkecuali bagi siswa lulusan SMK Negeri 1 Gedangan.

Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN setempat menyebutkan, hingga akhir Mei lalu sejumlah perusahaan berminat merekrut lulusan SMKN ini dan telah menggelar beberapa kali tes rekrutmen. Hasilnya, tidak kurang dari 62 siswa telah terekrut bekerja sebelum wisuda. Paling banyak adalah dari PT Surabaya Autocomp Indonesia dan Optik Internasional. Jumlah siswa lulusan SMKN 1 Gedangan tahun ini adalah 192 orang.

“BKK SMKN 1 Gedangan rutin masuk ke kelas dan memberikan motivasi serta penguatan mental dan karakter kerja pada siswa,” demikian Dawam waka humas SMKN 1 Gedangan, usai pelepasan wisudawan kelas XII SMKN 1 Gedangan di Gedung Serbaguna PT Pindad Turen, Ahad (31/5) lalu.

Wisuda Siswa SMAN 1 Sumberpucung

Haru dan Motivasi Iringi Pelepasan dan Wisuda Siswa
Prosesi penyematan gordon menandai pelepasan wisudawan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sumberpucung, Sabtu (23/5). Sejumlah siswa dilepas dan berhasil diantarkan dengan sejumlah raihan prestasi membanggakan. Salah satunya, pringkat kedua NUN Tertinggi program Bahasa.

Ada setidaknya 20 jenis prestasi yang diumumkan kepada semua orang tua siswa dan undangan wisuda kelas XII SMAN 1 ini. Sejumlah siswa berprestasi ini mendapatakan apresiasi dari sekolah dan berbagai pihak dengan diberi hadiah. Tak terkecuali, peringkat 1-3 siswa peraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi masing-masing program IPA, IPS, dan Bahasa.


Pataka Purna Wiyata SMKN 2 Turen

Haru dan Motivasi Iringi Pelepasan dan Wisuda Siswa
Prosesi Pataka Purna Wiyata menandai pelepasan  280 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Turen setelah dinyatakan lulus yang dilangsungkan pada Ahad (24/5) ini. Dari jumlah siswa yang telah purna ini, setidaknya sejumlah 50 siswa SMKN 2 Turen telah resmi terekrut kerja di sejumlah perusahaan berbasis kelautan. Sebagian besar diminati perusahaan pelayaran asing ke Jepang. Perusahaan mitra kapal pelayaran asing yang rutin merekrut siswa lulusan SMKN 2 Turen seperti PT Cakrawala Indonesia Sejahtera (CIS). Perusahaan lainnya yang cukup banyak merekrut siswa SMK ‘Kelautan’ adalah PT TESCO INDOMARITIM.
Belum lama ini, dua siswa SMKN 2 Turen juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelayaran dalam program international fieldtrip. Keduanya adalah Ari Firman Hardianto dan Faizal Nurrohman Bersama 20 peserta lain se Indonesia, dua siswa ini mendapatkan kesempatan mengkuti rangkaian kegiatan World Expo Milano (WEM) di Genoa, Italia. Dalam program ini, peserta diajak melakukan pelayaran menuju Genoa Italia menggunakan kapal KRI BJM-592 selama 43 hari. Kegiatan WEM sendiri dilangsungkan selama lima hari di Italia. (min)

Jamin Kompetensi Terstandar, SMK Perbanyak Asesor Terserfikasi

Unknown     10:11:00    
Jamin Kompetensi Terstandar, SMK Perbanyak Asesor Terserfikasi
Mulai tahun mendatang, uji kompetensi keahlian di SMK bakalan lebih terjamin pelaksanaannya. Ini setelah pihak SMK nantinya dituntut menjadi Lembaga Penyelenggara Uji Sertifikasi Part-1 untnuk bisa menyelenggarakan ujian kompetensi keahlian. Kaitan ini pula, pihak SMK kini terus menambah jumlah asesor bersertifikasi yang nantinya bisa menjadi penguji selama ujian kompetensi ini.

Seperti yang dilakukan pihak SMKN 1 Singosari, yang hingga kini telah memiliki 19 guru produktif yang telah bersertifikasi resmi lembaga sertifikasi profesi dan telah mengikuti diklat asesor yang difasilitasi Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Kemdikbud. Para asesor yang merupakan guru produktif ini sudah tersebar di 9 (sembilan) program keahlian yang dimiliki dan siap menjami kualitas pengujian kompetensi keahlian siswa.

“Yang sudah bersertifikasi resmi 19 orang, tiga guru lagi kami siapkan mengikuti sertifikasi. Ini adalah salah satu tuntutan agar SMKN 1 Singosari bisa menjadi PPUK (panitia penyelenggara ujian kompetensi). Mudah-mudahan tahun depan kami sudah bisa menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) part 1,” terang Sali Rochani, kepala SMKN 1 Singosari, Sabut (9/5) siang.

Dengan menjadi LSP P-1 ini, kata Sali, SMKN 1 bisa menyelenggarakan ujian kompetensi juga bagi siswa sekolah lain atau masyarakat umum, termasuk menyiapkan calon-calon asesor guru SMK lain.

Selain tengah merintis dan mempersiapkan menjadi LSP P-1, SMKN 1 Singosari juga tengah menjalin kerja sama rekrutmen dan kelas industri baru dengan DUDI yang bergerak di suku cadang underground pesawat terbang dengan PT Gapura Angkasa. Dikatakan ia, penjajakan kerja sama oleh pihak Gapura Angkasa ini dilakukan hanya dengan tiga SMK se Indonesia.

Predikat sebagai SMK Rujukan juga terus diperkokoh dengan memperbanyak kerja sama DUDI. Saat ini, setidaknya 300 perusahaan sudah menjadi mitra DUDI SMKN 1 Singosari. Namun, Sali berharap bisa terus bertambah hingga dua kali lipat. Ini karena bisa semakin membuka kesempatan lulusan SMK mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Sama halnya, pihak SMKN 1 Turen juga telah menyiapkan sejumlah guru produktif menjadi asesor bersertifikasi LSP. Dikatakan Didik Indratno WM, kepala SMKN 1 Turen, pihaknya telah memiliki delapan guru yang sudah menjadi asesor tersertifikasi. Dalam waktu dekat, katanya, sejumlah enam guru produktif menyusul mengikuti diklat dan uji sertifikasi.

“Keberadaan guru asesor bersertifikasi BSNP diharapkan mampu menjamin kualitas dan keungguan kompetensi siswa SMK nantinya. Apalagi, akhir tahun ini, lulusan SMK juga dihadapkan pada persaiangan kerja pada era MEA,” kata pria yang juga ketua MKKS SMK Kabupaten Malang ini.

Didik berharap, semua guru produktif nantinya memiliki standarisasi asesor setara asesor LSP. Apalagi, jika nanti ujian kompetensi keahlian benar-benar diselenggarakan berdasar skema dan spesialisasi keahlian, tentunya ujian kompetensi benar-benar harus dijamin pelaksanaannya.

Menurut Didik, uji kompetensi yang lebih terstandarisasi ini sangat penting karena persaingan kerja tidak semata dilihat dari skill keahlian siswa. melainkan juga, dilihat dari kerapian kerja, mental, atau etos kerja. (min)

Puluhan DUDI Antri Rekrut Lulusan SMKN 1 Singosari

Sejumlah 512 siswa kelas XII semua kompetensi keahlian SMK Negeri 1 Singosari mengikuti pelepasan dan wisuda yang dilangsungkan di halaman sekolah setempat, Sabtu (9/5). Puluhan perusahaan dan indsutri dari ebrbagai bidang sudah antri melakukan rekrutmen terhadap mereka.

Waka humas dan hubungan industri SMKN 1 Singosari Dijah Dwi Nastiti mengungkapkan, sejumlah setidaknya 174 siswa sudah terekrut sebelum lulus di 15 perusahaan dari berbagai bidang. Setidaknya selama Mei ini, katanya, tidak kurang dari 19 DUDI sudah menjadualkan akan melakukan rekrutmen terhadap lulusan SMKN Rujukan ini.

Akhir April lalu misanya, sejumlah 31 siswa resmi terekrut PT TESCO INDOMARITIM yang digelar di BKK SMKN 1. Mereka bersaing dengan setidaknya 800 peserta lain yang mengikuti rekrutmen awal dan mampu bersaing dengan siswa sekolah lain se Malang Raya bahkan luar kota. (min)

SMPN 2 Kepanjen Lepas Wisudawan Kelas IX: Lahirkan Prestasi Siswa Bidang Seni dan Olahraga

Unknown     10:07:00    
SMPN 2 Kepanjen Lepas Wisudawan Kelas IX: Lahirkan Prestasi Siswa Bidang Seni dan Olahraga

Sabtu, 13 Juni ini, SMP Negeri 2 Kepanjen melakukan acara pelepasan wisudawan kelas IX. Tak hanya melepas siswa, SMPN 2 juga mengantarkan sejumlah prestasi yang pernah diraih guru dan siswa.

Pada acara pelepasan ini, sejumlah siswa didaulat menerima penghargaan sebagai siswa berprestasi. Sebut saja, tahun ini sejumlah prestasi diraih siswa berasal dari ajang lomba bidang seni dan olahraga. Yakni, juara 2 lomba festival tari Malangan se Malang Raya di Universitas Negeri Malang dan juara 2 lomba karya mading. Dua siswa juga berhasil menjadi atlet kontingen Kabupaten Malang di ajang Porprov V/2015 di Banyuwangi untuk cabor hoki. Namanya adalah Dela Santia Lopa dan Azizatul Lailatul Fadilah.

SMPN 2 Kepanjen Lepas Wisudawan Kelas IX: Lahirkan Prestasi Siswa Bidang Seni dan Olahraga
Siswa peraih juara festival tari tradisional membawakan tarian asli Malang Bapang. Namanya Angga Adi Widiyanto. Ia bahkan pernah menjadi duta tari topeng Kabupaten Malang di Thailan 2014 silam.

Selain pembinaan minat dan bakat di bidang seni tari, SMPN 2 Kepanjen juga memberikan pembinaan siswa keterampilan tata boga, busana, voli, basket, hoki, pramuka dan palang merah remaja (PMR).

Sementara, di bidang akademik, setahun terakhir SMPN 2 menyelenggarakan program kelas khusus bilingual untuk memperkuat kemampuan bahasa asing siswa, terutama bahasa Inggris. Program kelas bilingual ini diikuti dua rombel siswa kelas VIII. Pembinaan kelas bahasa diberikan lima hari sepekan selama dua jam setelah jam pelajaran kurikuler. (*)

Aksi Nyata Sekolah Adiwiyata SMPN 2 Kepanjen

Unknown     10:04:00    


Aksi Nyata Sekolah Adiwiyata SMPN 2 Kepanjen
SMP Negeri 2 Kepanjen yang awalnya kurang memperhatikan lingkungan, kini berubah dan terus berbenah diri menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan alias sekolah adiwiyata. Hingga, pada akhir April lalu, SMPN 2 mendapatkan penilaian sekolah adiwiyata provinsi Jawa Timur.

Mewujudkan sekolah adiwiyata di SMPN 2 Kepanjen secara berkesinambungan dilakukan selama tiga tahun terakhir untuk mempersiapkan dan membenahi sekolah menjadi benar-benar berwawasan lingkungan. Mulai dari penataan lingkungan yang bersih dan hijau, hingga penyadaran perilaku hidup bersih dan sehat semua warga sekolah.

Aksi Nyata Sekolah Adiwiyata SMPN 2 Kepanjen
Ya, program Adiwiyata di SMP Negeri 2 Kepanjen memang bukan hanya sekedar program di atas kertas, namun diwujudkan delam bentuk aksi nyata siswa di sekolah. Dengan bimbingan dari bapak dan ibu guru siswa-siswa SMP Negeri 2 Kepanjen mengimplementasikan program trsebut.

Aksi nyata siswa berpedoman pada program internalisasi Adiwiyata SMP Negeri 2 Kepanjen yang telah disusun, yaitu melalui pokja-pokja. Terdapat 10 (sepuluh) pokja yaitu Ada 10 (sepuluh )Pokja yang dibentuk di SMPN 2 Kepanjen, yakni (1) Pokja Penghijauan, (2) Pokja Sampah, (3) Pokja Kolam,  (4) Pokja Toilet, (5) Pokja Kompos, (6) Pokja Mushalla, (7) Pokja Mading, (8) Pokja UKS, (9) Pokja Green School, dan (10) Pokja Toga.

Setiap warga sekolah, siswa dan guru melakukan bersih-bersih kelas dan lingkungan sekolah. Kepedulian lingkungan juga diwujudkan dengan menjaga kebersihan dari sampah dan merawat tanaman yang ada di taman sekolah atau kebun apotik hidup. Siswa juga secara rutin merawat kebersihan kolam, sanitasi, dan membersihkan resapan air. (min)

© 2011-2014 Majalah Cendekia. Designed by Bloggertheme9.