Apresiasi

Showing posts with label Serba-serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba-serbi. Show all posts

Thursday, 18 June 2015

Atlet Kabupaten Malang Sumbang Dua Emas O2SN Jatim: Duta FLS2N Hanya Puas Juara 3 Cipta Lagi

Unknown     09:53:00    

Atlet Kabupaten Malang Sumbang Dua Emas O2SN Jatim
Kontingen Kabupaten Malang untuk ajang olimpiade olahraga siswa jenjang SMP masih bisa pulang dengan kepala tegak. Ini setelah di ajang O2SN Jawa Timur yang dilangsungkan di Kora Surabaya pekan lalu, atlet pelajar SMP Kabupaten Malang mampu membawakan dua medali emas.

Dua emas diraih dari cabor silat putri yang diraih Marshanda Novilia (SMPN 1 Singosari) dan cabor atletik nomor tolak peluru yang disumbangkan Riski Setiawan dari SMP PGRI 4 Tirtoyudo. Selain dua emas, atlet pelajar juga berhasil mendapatkan tiga medali perunggu. Masing-masing dari cabor silat putra, karate, dan catur.

Hasil akhir ini sedikit mengejutkan, mengingat sebelumnya kontingen berangkat dengan atlet pas-pasan. Ini seperti diakui ketua kontinge O2SN SMP Mochamad Dianto, yang menyebutkan selama seleksi yang digelar sebelumnya, atlet pelajar yang terjaring tidak sepenuhnya merata potensial di semua cabor. Belum lagi pendanaan kontingen yang sangat minim.

Namun demikian, Dianto cukup mengapresiasi perjuangan atlet dan ofisial. Meski dengan dukungan pas-pasan, masih mampu menghasilkan prestasi dua emas.

Atlet Kabupaten Malang Sumbang Dua Emas O2SN Jatim
Lain halnya, dari ajang festival lomba seni siswa nasional (FLS2N) SMP, hasilnya kurang memuaskan. Dari semua bidang seni yang dilombakan, hanya bidang cipta lagu yang akhirnya bisa menyumbangkan prestasi. Yakni, meraih juara 3 yang didapatkan siswi SMPN 4 Kepanjen, Evira Rahma Aya Sofia.

Sofia membawakan lagu Ragam Nusantra dengan iringan alat musik keyboard yang dimainkan sendiri. Menariknya juga, lagu adalah gubahan sendiri yang penggarapannya harus dilakukannya tiga jam sebelum lomba.

Sementara itu, O2SN jenjang SMA tingkat Jawa Timur juga harus puas dengan raihan satu medali perak dan satu perunggu. Perak diraih dari cabor silat seni putri, sedangkan perunggu didapatkan dari cabor karate nomor kata.

Lebih memprihatinkan adalah hasil FLS2N SMA. Dari enam bidang lomba, tidak ada satu pun prestasi yang dihasilkan. Padahal, tahun sebelumnya duta FLS2N SMA Kabupaten Malang masih bisa membawa pulang juara 2 teater dan juara 3 kriya.(min)

Dokter Kecil, Kampanyekan Hidup Sehat di Sekolah

Unknown     09:49:00    
Dokter Kecil, Kampanyekan Hidup Sehat di Sekolah
Antusiasme dan semangat tampak pada puluhan siswa SD dengan rompi putih layaknya petugas kesehatan, 27 Mei silam. Bertempat di sebuah ruang kelas SDN Gondanglegi 1, mereka banyak mendapatkan pengetahuan soal perilaku hidup sehat yang diberikan relawan yang mendampingi.

Ya, mereka adalah para dokter kecil yang nantinya menjadi duta kesehatan yang harus mengkampanyekan hidup sehat di lingkungannya. Tak hanya diberikan wawasan tentang kesehatan, mereka juga dibekali dengan sejumlah alat kit kampanye. Seperti alat peraga, kalender, poster, hingga alat semacam detektor atau sensor kuman.

Selain pelatihan dokter kecil, sejumlah siswa dari empat SDN di wilayah kecamatan Gondanglegi ini diajak mengikuti kegiatan lain, seperti lomba koki cilik dan pelatihan manajemen bagi sejumlah guru dan kepala sekolah yang ada di wilayah kecamatan setempat.

Acara pelatihan dokter cilik ini difasilitasi NGO SPEKTRA yang bekerjasama dengan sejumlah perusahaan sponsor yang memang melangsungkan tengah program CSR masing-masing. (min)

Pameran Seni-Budaya, Ajang Belajar Artistik dan Performance Art

Unknown     09:47:00    
 Pameran Seni-Budaya, Ajang Belajar Artistik dan Performance Art
Pemandangan tak biasa tampak di pelataran pendopo kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, Selasa 12 Mei lalu. Puluhan siswa berseragam putih-putih dan putih abu-abu tampak memadati aula pendopo. Ada yang bergerombol memadati sudut pendopo, ada yang dalam jumlah kecil sambil sesekali saling berbincang tentang apa yang ada di depan mereka.

Ya, mereka tengah menikmati puluhan karya lukis dan seni rupa lain yang dipajang di pelataran pendopo. Tak hanya lukisan cat minyak, ada juga lukisan dalam bentuk gambar sketsa. Sejumlah karya kain batik dan kerajinan juga dipajang di beberapa stand pameran.

Menariknya, kegiatan pameran seni-budaya ini juga sengaja menghadirkan seniman local yang berkesempatan unjuk kreasi berproses kesenian. Di hadapan pengunjung yang hari itu banyak didominasi siswa anak-anak, para seniman ini membuat karya dan sesekali melayani pertanyaan pengunjung. Ada seniman lukis senior yang sudah bertahun-tahun menggeluti seni lukis. Tak hanya itu, pameran yang digelar MGMP Seni-Budaya SMA ini juga diramaikan dengan performance art yang ditampilkan sejumlah siswa. diantaranya, penampilan kreasi seni tari tradisional maupun kontemporer. Ada juga penampilan menyanyi solo. Para siswa yang menampilkan performance art sejatinya adalah siswa yang mendapatkan penilaian terbaik di ajang festival lomba seni siswa tingkat Kabupaten Malang yang digelar MGMP Seni-Budaya SMA yang digelar beberapa waktu sebelumnya. (min)

Sunday, 24 May 2015

Atlet Pelajar Berebut Medali POR SD/MI

Unknown     19:07:00    
Ajang Pekan Olahraga (POR) SD/MI Kabupaten Malang 2015 digelar selama Senin-Selasa (13-14/4) pekan ini. Pembukaan ajang kompetisi atlet usia dini ini resmi dibuka oleh Bupati Malang Rendra Kresna bersamaan dengan upacara devile kontingen yang dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Senin pagi.

Atlet Pelajar Berebut Medali POR SD/MI

Sejumlah 345 atlet usia dini berpartisipasi berebut medali di ajang olahraga ini. Jumlah atlet peserta terasa lebih meriah karena memang pelaksanaan POR tahun ini dibarengkan dengan ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang juga diikuti siswa MI. Ada 13 (tiga belas) cabor yang dipertandingkan, dua diantaranya cabor O2SN. Yakni, atletik kid dan karate.

Kadispora Kabupaten Malang Nurcahyo mengungkapkan, pekan POR SD/MI ini sejatinya diawali seleksi tingkat kecamatan dan diikuti peserta hingga 800 lebih atlet usia dini. Dari hasil seleksi tingkat kecamatan, terjaring 345 atlet yang mewakili kontingen kecamatan masing-masing.

Atlet Pelajar Berebut Medali POR SD/MI

“Ajang POR SD/MI dan O2SN ini menjadi seleksi calon atlet yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga tingkat Jawa Timur yang renacananyakan dilangsungkan September mendatang,” kata Nurcahyo.

Nurcahyo mengungkapkan, tak hanya persaingan meraih prestasi, penyelenggaraan Pekan olahraga yang dibarengkan pelaksanaannya ini dimaksudkan untuk lebih menggelorakan dan memasyarakatkan olahraga di kalangan masyarakat Kabupaten Malang.

Berita Lainnya:
Bupati Malang Rendra Kresna menegaskan, olahraga memang perlu digairahkan sejak dini. Ia berharap memasyarakatkan olahraga dini ini tidak hanya diperkuat di lingkungan sekolah, melainkan pula di tengah-tengah masyarakat, hingga benar-benar menghasilkan prestasi.

“Olahraga bisa juga menjadi penguat bangsa. karena itu, semua pihak memang perlu mencintai dan memasyarakatkan olah raga sejak dini,” kata Rendra Kresna usia upacara pembukaan POR SD/MI.

Seleksi atlet tingkat Kabupaten di ajang POR dan O2SN SD/MI ini dipusatkan di komplek stadion Kanjuruhan, lapangan tenis DPRD, GOR Golkar Pakisaji, dan SDN Panggungrejo 04 Kepanjen. (min)




Serunya World Water Day di SMA Negeri 1 Pagak

Unknown     19:04:00    
Pemandangan tak biasa tersaji sepanjang poros jalan protokol Sumbermanjing Kulon, Pagak arah kecamatan Donomulyo, Jumat (20 Maret). Seakan tak menghiraukan cuaca yang mulai terik, sejumlah remaja berkostum seragam SMAN 1 Pagak tampak memanjang di kanan-kiri jalan. Sebagian mereka membawa alat-alat kebersihan dan membersihkan hingga selokan. Beberapa jam berselang, lingkungan sepanjang jalan ini pun tampak bersih dan asri.
Serunya World Water Day di SMA Negeri 1 Pagak

Pada hari itu memang seluruh siswa dan guru SMAN 1 Pagak (SMAPa) berbaur dalam sebuah aksi peduli lingkungan. Kegiatan bersih-bersih lingkungan ini dilakukan memperingati Hari Air Sedunia 2015, yang jatuh pada 22 Maret. Tepatnya dari radius 100 meter dari zero ground perempatan jalan Sumbermanjingkulon.

Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah relawan dari Peace Corps USA. Tak ketinggalan juga Carly Rebecca Johnston, sang koordinator relawan. “We are very happy to take a part in World Water Day, initiated by SMAPA, this is useful action and pleasing (Kami senang bisa ikut kegiatan dalam rangka Hari Air Sedunia yang digelar SMAPA ini. sungguh aksi yang bermanfaat dan menyenangkan, red)”, kata Rebecca.

Berita Lainnya:
Selain dirinya, sejumlah relawan Peace Corps USA lainnya tengah bermukim di Kabupaten Malang. Yakni, tersebar di Donomulyo, Gondanglegi, Bantur, Sumbermanjing Wetan dan Pagak sendiri.

Kegiatan bertema “SMAPA Peduli Lingkungan” yang baru pertama kali diadakan ini, diawali dengan apel pagi pada pukul 07.00 WIB. Apel dipimpin oleh Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Sigit Umbar Purnomo, MPd, yang melibatkan seluruh keluarga besar SMAPA. Juga hadir unsur Muspika Kecamatan Pagak, yaitu 3 orang PNS Kecamatan Pagak, 1 orang dari UPTD Kecamatan Pagak, dan tak ketinggalan Kepala Desa Sumbermanjingkulon, Ibu Karyuti.

Dalam sambutan apel tersebut, Sigit Umbar Purnomo juga banyak memberikan motivasi dan penyadaran pentingnya peduli terhadap lingkungan. Ia berharap World Water Day 2015, yang bertema “a day for water and water for sustainable development” bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian kita semua pada lingkungan, terutama dengan berupaya menjaga sumber mata air dan menggunakan air secara semestinya.

“Gunakan lah air dengan bijaksana. Sejumlah tempat di negara kita mengalami kekurangan bahkan krisis air,” pesan Sigit Umbar Pramono dalam apel sebelum aksi. Aksi peduli lingkungan ini difokuskan membersihkan sampah organik dan non organik serta mencabut paku – paku mulai dari yang menancap pada pohon. Alhasil, sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 1 gerobak sampah organik dan 30 kilogram sampah non organik.

Ditambahkan Sigit Umbar, penyadaran lingkungan dengan memanfaatkan air bersih memang sangat penting dilakukan dalam momen World Water Day 2015 ini. Apalagi, katanya, merujuk data pemerintah, dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 kawasan diantaranya merupakan daerah kesulitan air bersih. Selain itu, hampir setengah penduduk Indonesia kekurangan, bahkan tidak punya sumber air bersih. Sebuah data mendapati 20 persen dari penduduk Indonesia meninggal akibat kekurangan air. (min)

Saturday, 11 April 2015

SMA Islam Kepanjen: Jamin Proses Pendidikan Bermutu dan Berkeunggulan

Unknown     23:50:00    
Selama ini, SMA Islam Kepanjen memberikan pelayanan pendidikan yang lebih dari tuntutan standar pendidikan minimal (SNP). Tak hanya menjamin proses pendidikan bermutu, SMA Islam juga menyelenggarakan pendidikan yang berkeunggulan. Salah satunya, memberi siswa layanan program Shool Empowering Program (SEP). Program ini memberikan siswa bekal keterampilan vokasi sesuai minat dan potensinya di bidang otomotif, teknologi komunikasi dan informasi, dan tata boga. Program ini didukung sepenuhnya melalui kerja sama dengan VEDC, Politeknik Negeri Malang, dan Universitas Negeri Malang.

Agar siswa SMA Islam lebih nyaman dalam belajar dan bisa memperkaya pengetahuan sewaktu-waktu, mereka dimanjakan dengan fasilitas wifi, LCD proyektor, dan lingkungan sekolah green school.

Pun, pada penerimaan siswa baru tahun pelajaran mendatang, SMA Islam memberikan beasiswa selama semester bagi siswa dengan peringkat 1-5 dan siswa dengan prestasi non-akademik tingkat Kabupaten/kota. Siswa dari keluarga kurang mampu juga diberikan beasiswa biaya pendidikan. (*)

Tuesday, 17 March 2015

Musyda IGRA Kab. Malang ke-3: Ari Wahyu Astuti Kembali Pimpin IGRA

Unknown     16:28:00    
Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kabupaten Malang usai menggelar musyawarah daerah (Musyda) IGRA ke-3, pada Selasa (23/12) lalu. Ari Wahyu Astuti Spd, akhirnya kembali dipercaya memimpin organisasi pendidik RA se Kabupaten Malang periode 2015-2010 mendatang.

Pada Musyda ke-3 IGRA tersebut, Ibu Ari Wahyu bersaing dengan tujuh calon ketua lain. Mengantongi suara, membuat perolehan Ari Wahyu tak terkejar calon lain. Musyda ini diikuti oleh Pengurus Daerah IGRA, serta 71 guru RA perwakilan dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Musyda ini juga dihadiri undangan khusus dari pengurus wilayah IGRA Jawa Timur, Hj Siti Fatimah SPd, dan dibuka Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Ode Saini Al Idrus M. Ag.

Diraihnya tampuk kepemimpinan IGRA Kabupaten Malang kali kedua periode memang layak bagi perempuan mantan anggota DPRD masa bakti 2004-2009 ini. Selama menakhodai IGRA Kabupaten Malang, banyak program dan prestasi yang menunjukkan pendidik dan lembaga RA benar-benar eksis dan siap memenuhi tunutan kemajuan pendidikan kanak-kanak di lingkugan Kemenag ini.

Sebut saja, selama 2014 ini, banyak kegiatan yang diselenggarakan IGRA Kabupaten Malang. Diantaranya, menyelenggarakan bimbingan tekni pembelajaran dan administrasi bagi 153 guru RA, seminar sehari tentang psikologi perkembangan dan pendidikan anak usia dini dengan narasumber Kak Seto (ketua Komisi Perlindungan Anak).

Selain itu, pada ajang kompetisi seni dan olahraga (Aksiora) tingkat Jatim yang digelar di Surabaya pada 17 Desember lalu, tiga lomba kategori anak dan dua kategori guru berhasil dijuarai peserta didik dan guru RA Kabupaten Malang. Diantaranya, juara 3 loma lari estafet anak dan juara 3 cerdas cermat guru RA. (min)

Pendidikan Bermutu Berawal dari Guru Profesional

Unknown     16:10:00    
Upaya besar dilakukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malang dalam mewujudkan Revolusi Mental pendidik. Setidaknya, ini ditunjukkan dengan menggelar seminar nasional bertema Revolusi mental yang digelar secara maraton di aula Sawakitru Universitas Kanjuruhan Malang selama 14-19 Desember ini. Seminar ini ditargetkan diikuti setidaknya 7 ribu guru.

Materi seminar adalah seputar isu-isu pendidikan, termasuk pengelolaan pendidikan, cara-cara pembelajaran, dan pendidikan karakter, yang harus diikuti setidaknya tiga jam setiap harinya. Ada setidaknya 14 tema seminar yang diberikan oleh para narasumber nasional yang juga guru besar di bidang pendidikan. Diantaranya, materi Prof Dr I Nyoman S Degeng dan Prof Joko Saryono dari Universitas Negeri Malang, ketua LPMP Jawa Timur Muchlas Samani, Dr Pieter Sahertian dari Unikama.

Prof Dr Soedjijono misalnya, memberikan materi berjudul Pendidikan yang Membudayakan dan Memberdayakan. Sementara, Prof Joko Saryono di UM banyak mengupas bagaimana peran dan tanggung jawab guru sebagai agen perubahan karakter. Materi soal karakter ini dijadualkan pada Jumat (19/12) lalu.



Sekretaris PGRI Cabang Khusus PPLP-PT Universitas Kanjuruhan Agus Priyono mengatakan, fokus tema revolusi mental karena dianggap Indonesia butuh perubahan secara signifikan dan cepat. Perubahan ini, katanya, ujung tombaknya tetap pada pendidikan, dimana guru memegang peran sangat penting.

“Semua harus dimulai dari bidang pendidikan terutama mental pendidiknya. Jangan sampai guru bermental suka terlambat, kurang siap melakukan pembelajaran, atau kurang tanggung jawab pada pengembangan profesinnya,” tegas pria yang juga sekretaris Dewan Kehormatan Guru Indonesia Kabupaten Malang ini.

Apalagi, tambah Agus, merujuk hasil sebuah penelitian, baru 40 persen guru Indonesia dianggap kompeten. Guru tersertifikasi, katanya, tidak lantas menjamin terjadinya peningkatan kompetensi secara signifikan. “Jadi, masih perlu banyak dilakukan upaya peningkatan mutu dan kompetensi secara berkelanjutan,” tambah Agus Priyono. (min)

Kontingen Tumpang Rajai Porkab V/2015

Unknown     16:08:00    
Even Pekan Olahraga Kabupaten Malang (Porkab) 2014 resmi ditutup awal, Ahad (21/12). Dari hasil kompetisi olahraga dua tahunan yang dihelat selama 15-21 Desember lalu ini, kontingen Tumpang akhirnya mampu meraih juara umum. Ini setelah para atletnya berhasil mengoleksi hingga 84 medali dengan total poin 209. Rincian medali yang diraih kontinge Tumpang adalah 32 emas, 29 perak, dan 23 perunggu. Emas paling banyak diperoleh dari empat cabor gulat sebanyak medali, disusul cabor selam dengan raihan 14 medali.

Bertengger di posisi runner up adalah kontingen Lawang dengan perolehan 25 medali emas, 15 perak, dan 19 perunggu dengan total poin 149. Sementara, kontingen kecamatan Singosari yang pada Porkab sebelumnya juara 1, harus puas di peringkat ketiga dengan perolehan medali 10 emas, 15 perak, dan 25 perunggu. Total poin yang dikumpulkan Singosari hanya 95. Ketua KONI Kabupaten Malang Ismariyono mengungkapkan, ajang Porkab V ini menjadi peluang menunjukkan bakat terbaiknya untuk bisa dijaring dan dibina lebih lanjut oleh KONI Kabupaten Malang. Bahkan, atlet pelajar berprestasi di ajang Porkab ini nantinya diproyeksikan menjadi atlet andalan pada even Porprov VI 2017 mendatang.


Ajang Porkab V/2015 ini diikuti 3.257 atlet dari 33 kontingen yang mewakili kecamatan. Para atlet akan memperebutkan 607 medali, masing-masing 194 medali emas dan perak, dan 206 medali perunggu. Sejumlah 39 cabor dipertandingkan di even olahraga dua tahunan ini, 17 diantaranya merupakan cabor eksibisi dan hanya didemokan.



Ketua pelaksana Porkab 2015 Darta Wijaya mengungkapkan, even Porkab V tahun ini cukup memuaskan dengan berbagai peningkatan dibanding even serupa dua tahun sebelumnya. Dikatakan ia, berdasarkan perolehan medali, terjadi pemerataan kontingen yang mendapatkannya. Sejumlah cabor yang memiliki pusat latihan khusus juga lebih mendominasi perolehan medali.

“Kekuatan cabor lebih merata dalam perolehan medali. Cabor yang sudah memiliki tempat puslat banyak mendulang medali emas,” kata Darta usai penutupan Porkab di kantor KONI, Ahad (21/12) siang.

Selama ini, katanya, ada lima titik kecamatan yang sudah memiliki tempat pembinaan dan latihan khusus bagi sejumlah cabor. Yakni kecamatan Lawang dan Singosari (renang dan selam), Tumpang (atletik jalan cepat, gulat, pencak silat), Pakis, Pakisaji, dan Kepanjen.

Bupati Malang Rendra Kresna memberikan tropi juara umum kepada kontingen bersamaan dengan upacara penutupan yang dilangsungkan di stadion Kanjuruhan, Kepanjen. (min)

KONI Gelar Tes Kesehatan dan Motivasi

Unknown     16:02:00    
Atlet usia dini berprestasi kian mendapatkan perhatian. Mereka kini mendapatkan pembinaan yang lebih utuh sejak dini. Rabu (24/12) lalu, setidaknya 76 atlet usia dini mendapatkan tes kesehatan dan motivasi yang difasilitasi KONI Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertempat dipusatkan di kampus Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Kepanjen.

Tes kesehatan ini diberikan KONI bekerja sama dengan tim kesehatan dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Malang. Satu per satu peserta menjalani tes kesehatan yang di antaranya meliputi rekam jantung dan kapasitas O2. Rekam kapasitas O2 misalnya, akan diketahui kebutuhan oksigen yang efektif mampu digunakan jantung dan paru-paru seorang atlet.

Ketua pelaksana tes kesehatan dan motivasi Nanang Suryatin mengungkapkan, tes kesehatan ini diikuti atlet usia dini berusia 10-15 tahun yang telah berprestasi hingga even atau kejuaraan olah raga tingkat provinsi Jawa Timur. Mereka terjaring dari 14 cabor yang memang sudah memiliki prestasi juara yang diraih para atlit ini.


Tes kesehatan ini menjadi rangkaian awal program pembinaan atlet usia dini yang akan dijalankan KONI Kabupaten Malang. KONI, kata Nanang, memprogramkan pembinaan atlet usia dini untuk dipersiapkan meraih prestasi hingga tiga tahun mendatang. Diantaranya, prestasi yang bisa diraih saat diterjunkan di ajang Porprov 2017 mendatang.

Sementara itu, ketua tim medis tes kesehatan dr Farid Eka WE mengungkapkan, tes yang digelar adalah tes fisiologi yang melihat kelayakan atlet berdasarkan potensi yang bisa dikenali. Tes dini dan lebih lengkap ini nantinya bisa dijadikan rujukan apakah program pelatihan yang ditempakan pada atlet membahayakan atau tidak untuk seusia mereka dan pada masa depan mereka nantinya. Dengan analisa hasil tes ini, katanya, kapan titik puncak prestasi (peak performance) seorang atlet sudah bisa diprediksi.

“Dengan tes kesehatan ini, akan diketahui apakah beban latihan seorang atlet sudah cukup, kurang, atau bahkan kelebihan. Jangan sampai, atlet yang masih belia terlalu dituntut menjalani program latihan dan meraih prestasi di luar kemampuan fisik dan fisiologisnya,” tegas pria yang sehari-hari bekerja di FIK UM ini.

Dikatakan ia, screening kesehatan atlet ini memang memotret kondisi kekinian atlet berdasarkan akumulasi aktivitas fisiknya di masa lalu. Meski demikian, screening serupa bisa dilakukan kembali setelah enam bulan. Nantinya, tim tes kesehatan akan merekomendasikan program pelatihan, metode, termasuk asupan gizi yang pas sesuai dengan kondisi tiap atlet.

“Lebih lengkapnya lagi, harus dilakukan tes spesifik tiap cabor karena aktivitas fisik atlet yang berbeda-beda,’ demikian dr Farid Eka. (min)

About us

GRAHA AKSARA CENDEKIA Jl. Sawo (Timur Stadion Kanjuruhan) Kepanjen Malang Email: cendekia.redaksi@gmail.com Website: www.majalahcendekia.com

FAQ's

FAQ's

© 2011-2014 Majalah Cendekia. Designed by Bloggertheme9.