Apresiasi

Showing posts with label Kilas. Show all posts
Showing posts with label Kilas. Show all posts

Sunday, 12 July 2015

Perpustakaan SMAN 1 Kepanjen Ikuti Penilaian Jatim: Pemerintah Dorong Akeditasi Perpustakaan untuk Standaisasi Pelayanan

Unknown     15:31:00    
SMAN 1 Kepanjen
Perpustakaan SMA Negeri 1 Kepanjen ditetapkan menjadi nominasi lomba perpustakaan sekolah se Jawa Timur. Rabu (24/6), perpustakaan sekolah mendapatkan penilaian tim juri dari Badan Perpustakaan dan Arsip Pemprov Jawa Timur.

Sejumlah hal secara detil dipelototi tim juri selama penilaian lomba perpustakaan ini. beberapa diantaranya, sistem pengelolaan dan pelayanan, fasilitas perpustakaan, angka kunjungan, promosi minat baca, dan sejauh mana peran perpustakaan sekolah mampu memberdayakan warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Dari dokumen yang dibuat pustakawan setempat, perpustakaan SMAN 1 Kepanjen memiliki koleksi bacaan sejumlah 5.440 judul dan lebih dari 29 ribu eksemplar. Sejumlah 1.059 diantaranya merupakan koleksi buku-buku fiksi.

Perpustakaan SMAN 1 menempati ruang seluas setidaknya 250 meter persegi. Selain untuk ruang baca, perpustakaan sekolah ini juga menyediakan fasilitas PC Computer untuk akses internet dan e-library. Ada juga ruangan multimedia dan ruang diskusi yang didisain lesehan seluas sekitar 2 x 4 meter persegi.

Akan tetapi, perpustakaan SMAN 1 Kepanjen sepertinya masih membutuhkan peningkatan pelayanan dan pemanfaatan koleksi. Setidaknya, ini bisa dilihat dari angka kunjungan yang justru menurun selama tiga tahun terakhir. Jika pada 2012 angka kunjungan bisa mencapai 20 ribu pengunjung setahun, dua tahun setelahnya justru melorot hanya 14 ribu lebih pengunjung dalam setahun.

Kepala SMAN 1 Kepanjen Maskuri mengungkapkan, pengelolaan perpustakaan sudah dilakukan dengan dukungan operasional hingga Rp 122 juta setahun. Anggaran ini paling banyak digunakan untuk pengadaan buku baru yang mencapai lebih dari 50 persen. Namun, ia mengakui belum mampu memkasimalkan pelayanan dan meningkatkan pelayana baca.

Terpisah, ketua tim juri penilaian perpustakaan Jatim M Purba mengungkapkan, lomba pengelolaan perpustakaan salah satunya memotivasi perpustakaan untuk lebih baik dan mendorongnya memberikan layanan kebutuhan baca sesuai standar nasional. Karena, sesuai UU, perpustakaan harus dikelola dengan professional dan memenuhi ketentuan akreditasi.

Di Jawa Timur, katanya, total ada lebih dari 20 ribu perpustakaan. Namun, tidak lebih dari 40 persen berjalan dan mampu memberikan pelayanan sesuai standar pengelolaan perpustakaan nasional.

“Sebagian besar masih dikelola dan berjalan apa adanya. Dua tahun terakhir, baru 25 perpustakaan di Jatim yang sudah terakreditasi,” kata pria yang juga menjabat kabid Pemberdayaan SDM Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jatim ini.

Di Kabupaten Malang, satu-satunya perpustakaan sekolah yang sudah mendapatkan peringkat akeditasi A adalah SMAN 1 Lawang. Dua perpustakaan tengah mengikuti penilaian akreditasi tahun ini. Yakni, perpustakaan SMAN 1 Dampit dan perpustakaan SMPN 1 Tumpang. (min)

Akhir Tahun Pelajaran, Masanega Gelar Apresiasi Prestasi

Unknown     15:29:00    
Banyak cara dilakukan untuk memotivasi siswa gemar dan berlomba-lomba berprestasi dalam belajar. Salah satunya, memberi apresiasi dan reward di hadapan orang tua mereka.

Ini seperti yang dilakukan pihak MTs Negeri Malang III (Masanega) Sepanjang, Gondanglegi, Sabtu (13/6) lalu. Dibarengkan dengan acara pelepasan wisudawan kelas 9, ajang apresiasi prestasi digelar untuk semua siswa. mulai dari prestasi akademik dan non-akademik selama setahun tahun pelajaran.

Gelar apresiasi prestasi dalam acara wisuda ini tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi siswa-siswi kelas 9 yang diwisuda, melainkan juga semua siswa MTsN Malang III yang kebetulan berprestasi dan meraih penghargaan sekolah.

Waka kesiswaan MTsN Malang III Hendik Kusmanto mengungkapkan, ada lebih dari 40 prestasi non-akademik yang mendapatkan apresiasi madrasah. Mulai bidang seni, olahraga, hingga IT. Penghargaan prestasi ini dihimpun dari berbagai juara yang pernah diraih semua siswa dari berbagai ajang lomba. Sementara, prestasi akademik lebih dikhususkan pada hasil belajar ujian semester untuk siswa kelas 7-8, dan ujian nasional khusus siswa kelas 9.

Terkhusus kelas 9, diberikan penghargaan wisudawan terbaik dan bintang pelajar. Wisudawan terbaik diberikan kepada siswa peraih NUN tertinggi. Sedangkan, bintang pelajar disematkan pada siswa dengan penilaian terbaik dari beberapa kategori. Diantaranya, hasil belajar, prestasi non akademik, keaktifan dalam berbagai kegiatan sekolah, dan keteladanan siswa bersangkutan selama di kelas dan sekolah.

Pada prestasi bidang akademik, setidaknya ada delapan apresiasi yang diumumkan saat acara wisuda untuk mendapatkan penghargaan dari madrasah. Diantaranya, empat siswa peraih nilai sempurna (10) NUN mapel IPA (2 siswa), Matematika dan Bahasa Indonesia (masing-masing 1 siswa). penghargaan lainnya adalah peringkat 1-3 tertinggi hasil belajar kelas 9.

Menariknya, sejumlah penghargaan berhasil diborong siswi yang sama, Nur Hidayatul Fatihah. Selain meraih peringkat I kelas 9, siswi ini mendapatkan predikat wisudawan terbaik sekaligus bintang pelajar.

Secara khusus, penghargaan gelar prestasi ini dikemas dengan prosesi pentematan selempang wisudawan terbaik dan bintang belajar. Secara bergantian, penyematan selempang dilakukan kepala MTsN Malang III Hj Maria Ulva MPd dan pengawas Pendma Kemenag. Selain mendapatkan tropi, Nur Hidayatul F juga mendapatkan uang pembinaan senilai lebih dari Rp 1 juta. (min)

Gedung PGRI Senilai Rp 1,8 Miliar Mulai Dibangun: Andalkan Sumbangan Anggota, Ditargetkan Rampung Empat Bulan

Unknown     14:46:00    
Gedung PGRI
TINJAU: Sejumlah pengurus PGRI Kabupaten Malang menyempatkan diri meninjau pelaksanaan pengerjaan pondasi gedung usai acara peletakan batu bertama oleh Bupati Malang Rendra Kresna, Kamis (11/6) siang.
Pembangunan gedung PGRI Kabupaten Malang yang sudah direncanakan pertengahan 2013 silam, sudah dimulai pelaksanaannya sepekan terakhir. Pembangunan gedung yang berlokasi di Pepen Pakisaji ini secara resmi dimulai dengan peletakan batu pertama (topping off) pembangunan yang dilakukan Bupati Malang Rendra Kresna, Kamis (11/6) lalu. Rencananya, gedung ini memiliki luas 450 meter persegi.

Acara peletakan batu pertama gedung ini dilakukan secara sederhana. Bupati Rendra Kersna didampingi ketua dan seluruh jajaran pengurus PGRI Kabupaten Malang.

Ketua PGRI Kabupaten Malang Wongso Suharsono mengugkapkan, pembangunan gedung baru dilakukan saat ini karena memang selama ini banyak yang harus dipersiapkan. Selain pengadaan lahan seluas 4.000 meter persegi yang dilakukan secara bertahap, proses perijinan gedung yang bermacam-macam jenis memakan waktu. Seperti ijin alih fungsi lahan sawah basah menjadi kering dan ijin mendirikan bangunan (IMB).

Dikatakan Wongso, pembangunan gedung dan pengadaan lahan banyak mengandalkan sumbangan anggota PGRI atau guru. Total dana pengadaan lahan dan pembangunan gedung mencapai setidaknya Rp 4 miliar. Dari jumlah ini, dana pembangunan gedung saja direncanakan membutuhkan dana setidaknya Rp 1,8 miliar. Namun, kata Wongso, saat ini masih baru terhimpun Rp 1,2 miliar saja dana.

Selain dari sumbangan anggota, tambah Wongso Suharsono, setidaknya Rp 150 juta didapatkan panitia pembangunan gedung PGRI Kabupaten Malang dari bantuan Bupati Malang Rp 100 juta dan pihak Kesra pemkab Malang senilai Rp 50 juta.

“Meski belum semua dana yang dibutuhkan terkumpul, kami optimis pembangunan gedung tetap bisa selesai September mendatang. mungkin, setelah diketehui bukti fisik pembangunan gedung dimulai ini, setoran sumbangan dari cabang-cabang segera dilakukan,” harap mantan ketua peguyuban kepala UPTD TK/SD dan PLS se Kabupaten Malang semasa belum pensiun ini.

Karena kebutuhan biaya masih banyak, katanya, guru yang sudah menyumbang pun dipersilahkan lagi jika ingin menyisihkan pendapatannya untuk diamalkan bagi gedung ini. “Termasuk, meski sifatnya sukarela dan tidak ada sanksi, bagi guru yang belum menyumbang, Saya berharap tidak ada lagi kekhawatiran pembangunan gedung jadi dibangun atau tidak,” demikian Wongso usai acara peletakan batu pertama. (min)

Penuhi Tuntutan Kualifikasi, Guru Usia Kritis Ikuti Ujian UT

Unknown     14:35:00    
ANTUSIAS: Suasana ujian akhir semester Universitas Terbuka Malang yang diikuti peserta dari program S1 PGPAUD yang dilaksanakan di SMAN 1 Kepanjen, Sabtu (20/6) lalu.
Dengan memegang sebuah buku paket, tampak duduk seorang perempuan paruh baya di luar sebuah ruang kelas yang tengah digunakan ujian, Sabtu (20/7) siang. Ia tampak begitu serius membaca apa yang dipegangnya dan sesekali seperti menghapalkan apa yang barusan dibacanya.
Begitu lah keseriusan yang terlihat pada Nur Azizah (52). Guru TK Muslimat 01 Singosari ini tak lain adalah salah satu peserta ujian akhir semester genap Universitas Terbuka prodi S1-PGPAUD yang tengah dilangsungkan di dua tempat, SMAN 1 Kepanjen dan SMA Islam Kepanjen, selama 20-22 Juni lalu.

Rupanya, sambil menunggu giliran jam masuk ujian di ruang yang sama, Nur Azizah memanfaatkan waktu untuk belajar. Maklum saja, berbeda dengan kebanyakan peserta lain yang usianya di bawah 30 tahun, guru ini memang harus menyelesaikan ujian sisa mata kuliah yang semester sebelumnya gagal mendapatkan nilai lulus. Yakni, gizi dan perkembangan dan konsep pengembangan anak didik.

“Iya. Mestinya saya sudah lulus. Tapi masih ada dua mata kuliah sisa yang harus diulang ujiannya karena belum lulus sebelumnya,” terang Nur Azizah.

Mengikuti perkuliahan S1-PGPAUD di UT memang harus dilakoninya untuk memenuhi tuntutan kualifikasi seorang pendidik sesuai ketentuan perundangan. Meski, sebelumnya ia sudah berijasah D2 PGTK dan memiliki pengalaman mengajar lebih dari 30 tahun sejak 1984.

“Ya tuntutannya memang harus S1. Ditambah lagi ada keharusan untuk naik pangkat. Kalo waktu untuk kuliah masih bisa mengikuti, tetapi kadang kemampuan fisik dan otak (pemahaman, red) tidak nututi, mas,” kata guru PNS golongan IIb ini.

Sebagai pendidik, Nur Azizah tentunya sangat berharap bisa mendapatkan kesempatan sertifikasi. Karena itu, dengan diperpanjangnya batas akhir sertifikasi hingga 2019 mendatang, cukup melegakannya. Walau, kini ia termasuk guru dengan masa kritis yang akan memasuki pensiun tidak lebih dari delapan tahun mendatang.

“Masih ada kesempatan. Jadi, harus tetap lulus dan selesai S1-nya,” tekadnya.

Guru dengan usia tergolong kritis lainnya yang mengikuti perkuliahan S1 PGPAUD Universitas Terbuka dan menjadi peserta UAS adalah Endang Suprihariyanti, yang kini berusia 47 tahun. Akan tetapi, guru TK PGRI 2 Singosari ini baru menjalani perkuliahan empat semester.

Selain mereka, ratusan peserta lain harus mengikuti UAS Universitas Terbuka jauh di lokasi digelaranya ujian. Mereka berasal dari sejumlah kelompok belajar (Pokjar) dari beberapa kecamatan. Tak terkecuali peserta dari kecamatan Ngantang, Kasembon, dan Ampelgading. Perkuliahan UT memang banyak diminati mahasiswa, kebanyakan guru, sejak sepuluh tahun terakhir. Ini karena guru dituntut memiliki kualifikasi akademik berijasah minimal S-1. (min)

Kompetensi SMK Miftahul Ulum Pagelaran: Didukung Business Center, Diperkuat Akhlakul Karimah

Unknown     14:31:00    
SELAMAT: Kepala SMK Miftahul Ulum Saifudin Zuhri, saat memberikan selamat pada perwakilan wisuda dengan peringkat NUN tertinggi

Sejumlah sekolah kejuruan terus tumbuh di Kabupaten Malang. Namun, tak sekadar perluasan akses pendidikan, SMK-SMK swasta pun mendukung kompetensi keahlian siswanya dengan semaksimal mungkin.

SMK swasta yang tergolong baru dan terus berkembang misalnya SMK Miftahul Ulum (SMK MU) Pagelaran. Selama beberapa tahun terakhir, SMK MU telah memiliki tiga kelompok keahlian, yakni bismen pemasaran, keuangan akuntansi dan teknologi otomotif. SMK yang berbasis pesantren dan dalam yayasan Miftahul Ulum ini kini terus mengembangkan diri dan meningkatkan pelayanan pendidikannya.

Tahun ini, SMK Miftahul Ulum berharap bisa mendapatkan hasil penilaian akreditasi A. Selain itu, setahun terakhir kompetensi keahlian yang ada telah didukung dengan business center untuk tempat praktik kehlian. SMK ini juga terus mengembangkan dan memperbanyak mitra DUDI bagi kegiatan prakerin dan kesempatan kerja lulusannya.

Dikatakan Saifudin Zuhri, kepala SMK Miftahul Ulum, pengembangan yang dilakukan setahun terakhir untuk mendukung kompetensi keahlian siswa adalah mendirikan unit pelayanan jasa (UPJ) berupa sarana business center minimarket. Selain itu itu, sudah terjalin kemitraan dengan Turen Square dan Bank Perkreditan Rakyat yang memiliki beberapa kantor cabang. Pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan pihak Honda Ahass PT MPM untuk menunjang kompetensi keahlian siswa program teknik otomotif.

Tak cukup membekali siswa kompetensi keahlian, penguatan akhlakul karimah juga dan pendidikan karakter kedisiplinan rutin dilakukan. Ini biasanya dilakukan dalam bentuk kegiatan keagamaan dan motivasi dengan pengayaan nilai-nilai akhlaq.

“Ada setidaknya tujuh kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan untuk pembekalan siswa. Diantaranya kajian kitab, membaca qur’an dan surat waqi’ah setiap hari,” terang Saifuddin Zuhri.

Akhir Mei lalu, SMK Miftahul Ulum telah melangsungkan pelepasan wisudawan sejumlah 69 siswa program pemasaran. Setidaknya 20 siswa telah berhasil terekrut kerja sebelum lulus. (min)

Thursday, 18 June 2015

Haru dan Motivasi Iringi Pelepasan dan Wisuda Siswa

Unknown     10:16:00    

Selam dua pekan Mei terakhir, sejumlah sekolah SMA/SMK melangsungkan acara pelepasan dan wisuda atau purna wiyata siswa kelas XII yang dinyatakan lulus sekolah. Sejumlah kisah kecil terjadi selama prosesi dan mengiringi pelepasan siswa kepada orang tua masing-masing yang telah tiga tahun belajar di sekolah. Ada haru dan kesedihan berpisah dengan guru dan adik kelas. Namun, banyak juga apresiasi dan motivasi mengiringi wisudawan yang akan merasakan pendidikan tinggi atau pun dunia kerja.

Siswa SMKN 1 Gedangan, Rutin Dibekali Motivasi Kerja

Kesempatan kerja banyak didapatkan siswa lulusan SMK. Puluhan perusahaan dan industri (DUDI) banyak menggelar tes rekrutmen kerja bagi siswa SMK untuk berbagai bidang pekerjaan.Tak terkecuali bagi siswa lulusan SMK Negeri 1 Gedangan.

Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN setempat menyebutkan, hingga akhir Mei lalu sejumlah perusahaan berminat merekrut lulusan SMKN ini dan telah menggelar beberapa kali tes rekrutmen. Hasilnya, tidak kurang dari 62 siswa telah terekrut bekerja sebelum wisuda. Paling banyak adalah dari PT Surabaya Autocomp Indonesia dan Optik Internasional. Jumlah siswa lulusan SMKN 1 Gedangan tahun ini adalah 192 orang.

“BKK SMKN 1 Gedangan rutin masuk ke kelas dan memberikan motivasi serta penguatan mental dan karakter kerja pada siswa,” demikian Dawam waka humas SMKN 1 Gedangan, usai pelepasan wisudawan kelas XII SMKN 1 Gedangan di Gedung Serbaguna PT Pindad Turen, Ahad (31/5) lalu.

Wisuda Siswa SMAN 1 Sumberpucung

Haru dan Motivasi Iringi Pelepasan dan Wisuda Siswa
Prosesi penyematan gordon menandai pelepasan wisudawan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sumberpucung, Sabtu (23/5). Sejumlah siswa dilepas dan berhasil diantarkan dengan sejumlah raihan prestasi membanggakan. Salah satunya, pringkat kedua NUN Tertinggi program Bahasa.

Ada setidaknya 20 jenis prestasi yang diumumkan kepada semua orang tua siswa dan undangan wisuda kelas XII SMAN 1 ini. Sejumlah siswa berprestasi ini mendapatakan apresiasi dari sekolah dan berbagai pihak dengan diberi hadiah. Tak terkecuali, peringkat 1-3 siswa peraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi masing-masing program IPA, IPS, dan Bahasa.


Pataka Purna Wiyata SMKN 2 Turen

Haru dan Motivasi Iringi Pelepasan dan Wisuda Siswa
Prosesi Pataka Purna Wiyata menandai pelepasan  280 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Turen setelah dinyatakan lulus yang dilangsungkan pada Ahad (24/5) ini. Dari jumlah siswa yang telah purna ini, setidaknya sejumlah 50 siswa SMKN 2 Turen telah resmi terekrut kerja di sejumlah perusahaan berbasis kelautan. Sebagian besar diminati perusahaan pelayaran asing ke Jepang. Perusahaan mitra kapal pelayaran asing yang rutin merekrut siswa lulusan SMKN 2 Turen seperti PT Cakrawala Indonesia Sejahtera (CIS). Perusahaan lainnya yang cukup banyak merekrut siswa SMK ‘Kelautan’ adalah PT TESCO INDOMARITIM.
Belum lama ini, dua siswa SMKN 2 Turen juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelayaran dalam program international fieldtrip. Keduanya adalah Ari Firman Hardianto dan Faizal Nurrohman Bersama 20 peserta lain se Indonesia, dua siswa ini mendapatkan kesempatan mengkuti rangkaian kegiatan World Expo Milano (WEM) di Genoa, Italia. Dalam program ini, peserta diajak melakukan pelayaran menuju Genoa Italia menggunakan kapal KRI BJM-592 selama 43 hari. Kegiatan WEM sendiri dilangsungkan selama lima hari di Italia. (min)

Jamin Kompetensi Terstandar, SMK Perbanyak Asesor Terserfikasi

Unknown     10:11:00    
Jamin Kompetensi Terstandar, SMK Perbanyak Asesor Terserfikasi
Mulai tahun mendatang, uji kompetensi keahlian di SMK bakalan lebih terjamin pelaksanaannya. Ini setelah pihak SMK nantinya dituntut menjadi Lembaga Penyelenggara Uji Sertifikasi Part-1 untnuk bisa menyelenggarakan ujian kompetensi keahlian. Kaitan ini pula, pihak SMK kini terus menambah jumlah asesor bersertifikasi yang nantinya bisa menjadi penguji selama ujian kompetensi ini.

Seperti yang dilakukan pihak SMKN 1 Singosari, yang hingga kini telah memiliki 19 guru produktif yang telah bersertifikasi resmi lembaga sertifikasi profesi dan telah mengikuti diklat asesor yang difasilitasi Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Kemdikbud. Para asesor yang merupakan guru produktif ini sudah tersebar di 9 (sembilan) program keahlian yang dimiliki dan siap menjami kualitas pengujian kompetensi keahlian siswa.

“Yang sudah bersertifikasi resmi 19 orang, tiga guru lagi kami siapkan mengikuti sertifikasi. Ini adalah salah satu tuntutan agar SMKN 1 Singosari bisa menjadi PPUK (panitia penyelenggara ujian kompetensi). Mudah-mudahan tahun depan kami sudah bisa menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) part 1,” terang Sali Rochani, kepala SMKN 1 Singosari, Sabut (9/5) siang.

Dengan menjadi LSP P-1 ini, kata Sali, SMKN 1 bisa menyelenggarakan ujian kompetensi juga bagi siswa sekolah lain atau masyarakat umum, termasuk menyiapkan calon-calon asesor guru SMK lain.

Selain tengah merintis dan mempersiapkan menjadi LSP P-1, SMKN 1 Singosari juga tengah menjalin kerja sama rekrutmen dan kelas industri baru dengan DUDI yang bergerak di suku cadang underground pesawat terbang dengan PT Gapura Angkasa. Dikatakan ia, penjajakan kerja sama oleh pihak Gapura Angkasa ini dilakukan hanya dengan tiga SMK se Indonesia.

Predikat sebagai SMK Rujukan juga terus diperkokoh dengan memperbanyak kerja sama DUDI. Saat ini, setidaknya 300 perusahaan sudah menjadi mitra DUDI SMKN 1 Singosari. Namun, Sali berharap bisa terus bertambah hingga dua kali lipat. Ini karena bisa semakin membuka kesempatan lulusan SMK mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Sama halnya, pihak SMKN 1 Turen juga telah menyiapkan sejumlah guru produktif menjadi asesor bersertifikasi LSP. Dikatakan Didik Indratno WM, kepala SMKN 1 Turen, pihaknya telah memiliki delapan guru yang sudah menjadi asesor tersertifikasi. Dalam waktu dekat, katanya, sejumlah enam guru produktif menyusul mengikuti diklat dan uji sertifikasi.

“Keberadaan guru asesor bersertifikasi BSNP diharapkan mampu menjamin kualitas dan keungguan kompetensi siswa SMK nantinya. Apalagi, akhir tahun ini, lulusan SMK juga dihadapkan pada persaiangan kerja pada era MEA,” kata pria yang juga ketua MKKS SMK Kabupaten Malang ini.

Didik berharap, semua guru produktif nantinya memiliki standarisasi asesor setara asesor LSP. Apalagi, jika nanti ujian kompetensi keahlian benar-benar diselenggarakan berdasar skema dan spesialisasi keahlian, tentunya ujian kompetensi benar-benar harus dijamin pelaksanaannya.

Menurut Didik, uji kompetensi yang lebih terstandarisasi ini sangat penting karena persaingan kerja tidak semata dilihat dari skill keahlian siswa. melainkan juga, dilihat dari kerapian kerja, mental, atau etos kerja. (min)

Puluhan DUDI Antri Rekrut Lulusan SMKN 1 Singosari

Sejumlah 512 siswa kelas XII semua kompetensi keahlian SMK Negeri 1 Singosari mengikuti pelepasan dan wisuda yang dilangsungkan di halaman sekolah setempat, Sabtu (9/5). Puluhan perusahaan dan indsutri dari ebrbagai bidang sudah antri melakukan rekrutmen terhadap mereka.

Waka humas dan hubungan industri SMKN 1 Singosari Dijah Dwi Nastiti mengungkapkan, sejumlah setidaknya 174 siswa sudah terekrut sebelum lulus di 15 perusahaan dari berbagai bidang. Setidaknya selama Mei ini, katanya, tidak kurang dari 19 DUDI sudah menjadualkan akan melakukan rekrutmen terhadap lulusan SMKN Rujukan ini.

Akhir April lalu misanya, sejumlah 31 siswa resmi terekrut PT TESCO INDOMARITIM yang digelar di BKK SMKN 1. Mereka bersaing dengan setidaknya 800 peserta lain yang mengikuti rekrutmen awal dan mampu bersaing dengan siswa sekolah lain se Malang Raya bahkan luar kota. (min)

Sunday, 24 May 2015

Muhammadiyah Education Award 2015: Lahirkan Keunggulan Prestasi Masa Depan

Unknown     19:34:00    
Ribuan siswa-siswi dari ratusan sekolah Muhammadiyah se Indonesia berkompetisi di ajang Muhammadiyah Education (ME) Award 2015 di Sidoarjo. Kompetisi dua tahunan yang bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei ini melombakan sejumlah lomba olimpiade bagi siswa dan olimpiade sekolah Unggula khusus sekolah Muhammadiyah se Jawa Timur.

Olimpiade diikuti siswa-siswi sekolah Muhammadiyah dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK Muhammadiyah se-Indonesia. Mereka bersaing menjadi yang terbaik pada bidang lomba Matematika dan IPA/Fisika, dan pengetahuan Islam dan Muhammadiyah dalam bahasa Arab dan Inggris, serta penulisan karya ilmiah. Juga dilombakan kreatifitas guru dan majalah sekolah. Sedangkan, di bidang seni, dilombakan kontes Robotik dan pembuatan film Indie.

Sejumlah lomba sudah dimulai seleksi dan penilaiannya beberapa waktu sebelumnya. Termasuk, penilaian sekolah unggul dengan cara tim penilai mendatangi sekolah yang menjadi peserta.

Dalam lomba karya tulis ilmiah misalnya, peserta yang merupakan pelajar Muhammdiyah ditantang membuat ide dan gagasan mnyambut era Masyarakat Ekonomi Asean tahun ini. kualitas materi, temuan dan aplikabilitas karya tulis mendapatkan bobot penilaian paling besar, yakni 40 persen. Karya tulis ini harus dipresentasikan di depan panelis.

Sementara itu, pada olimpiade majalah sekolah syaratnya telah memiliki International Standard Serial Number (ISSN). Pada tahapan penilaian desk evaluation, penilaian dilakukan terhadap bahasa, materi/isi, foto, dan perwajahan yang mencakup layout keseluruhan dan cover. (luq)

Seleksi Guru-Kasek Berprestasi 2015: Jaring Guru Kompeten dan Berkinerja

Unknown     19:33:00    
Seleksi Guru-Kasek Berprestasi 2015

Seleksi guru dan kepala sekolah 2015 digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di SMP Negeri 3 Kepanjen, Senin (20/4) lalu,. Tidak kurang dari 109 peserta bersaing menjadi yang terbaik jenjang masing-masing untuk mewakili Kabupaten Malang di ajang seleksi tingkat Jawa Timur nantinya.

Seleksi ini mensyaratkan pengumpulan berkas portofolio, karya tulis ilmiah, dan hasil penilaian kinerja guru (PKG) peserta yang bersangkutan. Karya tulis dan pengalaman peserta juga dinilai pada tahapan presentasi dan wawancara enam besar. Untuk peserta guru TK/SD, seleksi sebelumnya digelar untuk mewakili kecamatan masing-masing.

Kabid Tentis Dindik Kabupaten Malang Suwandi mengungkapkan, untuk menjadi peserta guru terbaik, beberapa tahapan tes harus dijalani peserta. Setelah tes tulis, penjaringan selanjutnya digelar untuk memperoleh hasil enam besar terbaik dan selanjutnya penentuan juara 1-3. Pembobotan penilaian seleksi paling besar, katanya, diperoleh dari hasil portofolio dan tes tulis. Enam besar terbaik harus melakukan presentasi dan wawancara di depan juri untuk dipilih tiga yang terbaik. Selanjutnya, pada 3 peserta terbaik, tim penilai melakukan kunjungan lapangan melihat secara langsung kinerja dan kemampuan dalam mengajar guru dan manajerial bagi kepala sekolah.

“Ada kriteria dan batasan khusus pada karya tulis peserta. Yakni, setidaknya seperti skripsi, tesis, atau desertasi. Semua harus tentang pembelajaran inovatif,” kata Suwandi.

Menariknya, peserta seleksi guru-kasek tahun ini tidak diikuti satu pun peserta dari jenjang SMK. Selain itu, hanya didapati satu-satunya peserta sekolah swasta untuk kategori kepala SD swasta.

Qurroti A’yuni SPdI, adalah satu-satunya kasek SD swasta yang menjadi peserta seleksi. Kepala SD Bani Hasyim ini mewakili kecamatan Singosari. Namun begitu, Qurroti Ayun mampu meraih hasil tiga besar peringkat tertinggi dengan skor akhir 37,51. Skor tertingginya didapat pada tes tulis, best practices, dan portofolio.

Dari hasil sementara gabungan skor lima aspek penilaian yang dilakukan, akhirnya diperoleh peringkat tiga besar. Peserta terbaik dan pemberian penghargaan diberikan saat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. (min)

Seleksi Lomba HAN SD Kecamatan Kepanjen: Kisah Bully Pantomim, hingga Goresan Si Kancil

Unknown     19:30:00    
Kejadian bullying (kekerasan teman sebaya) menimpa seorang siswa SDN dan membuatnya nyaris depresi dan merusak masa depannya. Sampai-sampai, si korban bully ini sempat nekat akan bunuh diri. Beruntung, setelah mengikuti sebuah lomba dan menjadi juara, semangatnya menjadi bangkit dan bisa membuatnya disegani teman sekolah yang sebelumnya memusuhinya.
Seleksi Lomba HAN SD Kecamatan Kepanjen

Namun, cerita bully ini hanya lah penampilan lomba pantomim yang diperankan seorng siswa asal SDN Jatikerto 01. Selama sekitar empat menit, cerita mampu diperagakan dengan detil di hadapan juri. Selain kisah kekerasan di sekolah, ada juga tema penampilan pantomim lain seperti kebersihan, kasih sayang, dan Malin Kundang.

Juri lomba pantomim, Akhiryati mengatakan, ada lima kriteria penilaian lomba. Paling banyak bobot penilaiannya adalah gerak dan ekspresi, disusul kostum dan penampilan peserta. namun begitu, katanya, rata-rata peserta masih kekurangan dalam penampilan inti dan klimaks atau ending cerita. “Kesesuaian gerak dan musik juga penting. Labih bagusnya, peserta kreatif merangkai musik dan bunyi-bunyian sendiri,” kata guru SDN Tegalsari 01 ini.

Ya, pantomim ini menjadi salah satu bidang lomba Seleksi Lomba Hari Anak Nasional (HAN) SD se Kecamatan Kepanjen, Kamis (23/4) lalu. Lomba HAN ini diikuti ratusan siswa SD dan dipusatkan di aula kantor UPTD TK/SD Kecamatan Kepanjen, SDN Penarukan, dan SDN Kepanjen 02. Selain pantomim, juga dilombakan menyanyi, pidato bahasa Indonesia, kriya anyam, mendongeng, dan melukis.

Kreativitas siswa SD juga tampak pada lomba kriya anyam. Setidaknya 28 siswa berlomba membuat kerajinan anyaman dari bahan bambu, rotan, dan mendong. Lomba ini menilai hasil anyaman siswa dengan kriteria harus memiliki volume, tingkat kesukaran tinggi, dan unik. (min)




O2SN Jatim, Kabupaten Malang Minim Atlet Potensial

Unknown     19:28:00    
O2SN Jatim, Kabupaten Malang Minim Atlet Potensial

Kontingen Kabupaten Malang terancam krisis atlet berbakat di ajang O2SN Jatim yang dijadualkan digelar akhir Mei mendatang. ini karena sejumlah nomor cabor yang dipertandingkan minim peserta yang mengikuti seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Malang pertengahan April lalu.

“Sebenarnya jumlah peserta seleksi meningkat dibanding tahun lalu. Hanya, terjadi kekurangan peserta yang hampir terjadi di semua nomor cabor yang dipertandingkan,” terang ketua MGMP Pendidikan Jasmani dan Olahraga SMP Kabupaten Malang Dianto, Ahad (12/4) sore.

Nomor yang minim atlet, katanya, paling banyak terjadi di cabor tenis meja dan pencak silat. Cabor tenis meja tidak mempunyai atlet putrid. Sementara, pada pertandingan seleksi cabor pencak silat yang digelar di gedung serba guna SMPN 1 Wagir misalnya, hanya ada dua kelas yang dipertandingkan untuk atlet pelajar usia SMA. Yakni, kelas E dan F. Nomor cabor silat yang minim peserta juga terjadi di kelas seni.

Berdasarkan kabar yang diterima Dianto, kurangnya jumlah atlet pada sejumlah nomor cabor ini salah satunya terjadi karena kurangnya perhatian sekolah pada kegiatan olahraga prestasi. Kegiatan olahraga prestasi ini, katanya, kalah dengan kegiatan sekolah lain yang sifatnya wajib, seperti kepramukaan.

“Atlet pelajar potensial olahraga prestasi menjadi kurang teropeni karena tidak banyak punya waktu untuk latihan,” keluh guru SMPN 2 Pakisaji ini.

Dianto menambahkan, kendala pembinaan lebih lanjut dan puslat masih mengkhawatikan. Ini karena tidak semua pelatih sekaligus merangkap jadi guru atau pembina di sekolah atlet. Kondisi ini praktis memunculkan adanya kesenjangan dalam memahami karakter dan motivasi atlet.

“Kami tengah menggodok pendampingan berlapis pelatih teknis dan guru untuk menguatkan psikologi atlet pelajar. Tentunya, pertimbangan ini memunculkan konsekuensi pembengkakan kebutuhan anggaran kontingen nantinya,” lanjut Dianto. (min)




Saturday, 11 April 2015

Ibu-ibu Asyik Belajar Tata Kecantikan

Unknown     23:18:00    
PULUHAN perempuan dan ibu-ibu usia produktif dilatih tata kecantikan selama sepekan, 7-14 Februari lalu. Selama pelatihan yang difasilitasi UPT Pelatihan Kependudukan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur ini dilangsungkan di aula RM Bojana Puri Kepanjen. Selain diajari tentang merias wajah dan menata rambut, peserta juga diberikan materi tentang kewirausahaan dan bagaimana mengelola dan mengembangkan wirausaha di bidang kecantikan. Dalam pelatihan yang bertujuan memperkuat keunggulan lokal melalui wirausaha mandiri ini, setiap peserta juga diberi seperangkat alat dan bahan tata rias kecantikan senilai Rp 1 juta tiap peserta. (min)

AKSIOMA MTs Se JATIM 2015: Blitar Juara Umum, Kabupaten Malang Puas Runner-Up

Unknown     23:15:00    
Ajang kompetisi seni dan olahraga madrasah (AKSIOMA) MTs se Jawa Timur 2015 yang dilangsungkan di Kota Batu selama 21-24 Pebruari 2015 resmi berakhir. Juara umum ajang dua tahunan ini diraih kontingen Kota Blitar. Sementara, peringkat juara dua diduduki kontingen MTs dari Kabupaten Malang.
Ajang AKSIOMA MTs se Jatim tahun ini melombakan enam cabor olahraga dan tujuh bidang lomba di bidang seni. Kontingen Kabupaten Malang dalam Aksioma MTs se Jatim lalu berkekuatan 94 atlet, dengan perolehan medali terakhir 3 emas, 3 perak dan 1 juara harapan. Medali emas didominasi atlet asal MTsN Malang III Sepanjang, dari cari cabor tenis meja tinggal putra-putri. keduanya adalah Marfinas Asbrian Sebastian dan Adela Putri Anggraeni. Satu emas lainnya diraih siswa dari MTsN Donomulyo, Muchamad Alfan Nur Bayu Aji, dari nomor lompat jauh putra.
Atlet pelajar Kabupaten Malang juga berhasil di nomor lompat jauh lain, dengan raihan medali perak. Peraihnya adalah Dewa Radika Syah dari MTsN Harjokuncaran. Sementara, dua perak lainnya diperoleh pecatur putra, Diaz Octa Pratama dari MTsN Lawang, dan lari 5000 meter yang disumbangkan Muhammad Aliyul Arif dari MTs Darul Falah Singosari.
Satu-satunya bidang lomba seni yang mendapatkan juara hanya bidang kaligrafi. Siswi MTsN Kepanjen, Laulatus Sakdiyah, berhasil menyumbangkan peringkat juara harapan 1 lomba seni lukis huruf Hijaiyah ini. (min)

Menjadi Pewarta Warga, Siapa Takut!

Unknown     23:12:00    
 Warga masyarakat juga bisa peduli dan kritis terhadap fenomena lingkungannya dengan menjadi pewarta warga (citizen reporter). Ini pula yang digagas Malang Corruption Watch (MCW) dengan menggelar pelatihan menulis kepada siswa sekolah di Malang Raya. 
 
Adalah Zulham Mubarak, mantan jurnalis sekaligus penulis buku Justice for Atiek, yang melatih puluhan siswa dari 23 sekolah agar mampu menulis citizen reporter dengan tema korupsi. Pelatihan berlangsung di lantai 3, Gedung Perpustakaan Daerah, Kota Malang, Sabtu (7/2) pekan lalu. 
 
Dalam pelatihan itu, Zulham menjelaskan, bagaimana trik dan tips menulis di media. Selain itu, dia juga berbagi pengalamannya tatkala menjadi jurnalis, terutama pada saat menulis buku Justice for Atiek.
 
"Kalau anda mendapatkan data yang benar, jangan pernah takut menulisnya, mengungkapnya, atau mengabarkannya,” kata pria yang kini menjadi kepala biro internasional Universitas Islam Raden Rahmat, Kepanjen ini. 
 
 

Masuk Materi Sekolah, Buku OJK Kupas Tuntas Soal Keuangan

Unknown     23:04:00    
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang belum lama dibentuk pemerintah meluncurkan buku Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan bagi siswa SMP-SMA. buku ini menjadi materi pengayaan pelajaran ekonomi yang harus diajarkan di sekolah.
Dalam keterangan pers peluncuran buku OJK, Kamis (5/2) lalu, Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK, Ria Prastiyani mengungkapkan, setiap modul berisi peran dan manfaat berikut produk jasa lembaga Jasa Keuangan. “Diharapkan para siswa sejak dini mengenal industri keuangan, produk dan jasanya,” katanya.
 
Setelah peluncuran, berikutnya penyebaran buku yang mencapai 1.270 buku bisa sampai ke SMP, sama seperti penyebaran buku bagi siswa di SMA yang dilakukan sebelumnya.
Ditambahkan Ria Prastiyani, sebelum meluncurkan buku ini, dilakukan Training of Trainer (TOT) bagi 65 guru dari 23 provinsi. OJK juga melakukan uji keterbacaan pada guru dan siswa. Buku pelajaran ini disusun bersama Kementerian pendidikan dan Kebudayaan. Siswa dan Guru SMP Kota Malang pun menyambut antusias peluncuran buku yang memperkaya khasanah keilmuan mereka ini.
 
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi OJK Agus Sugiarto menambahkan, diterbitkannya buku OJK ini salah satunya karena tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih rendah. Ini membuat mereka berpotensi menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut setia 100 orang 79 diantaranya belum melek jasa keuangan. “Mereka yang 79 ini sering ditipu oleh berbagai macam model investasi. Diiming-imingi bunga tinggi tapi ujung-ujungnya ditipu,” kata Agus Sugiarto.
 
Selain itu, tambahnya, orang dengan literasi keuangan rendah bakal kesulitan meningkatkan kualitas hidupnya. Sebab, orang tidak bisa melepaskan jasa keuangan dalam kesehariannya. “Edukasi keuangan anak-anak kita masih jauh jika dibanding dengan Malaysia. Anak-anak di sana usia 15 tahun sudah mengenal lembaga keuangan. Bagaimana mengelola keuangan dengan baik,” katanya. (*)

Ajang Prestasi Siswa SD/MI Masanega Lombakan Seni dan Olimpiade Mapel

Unknown     22:50:00    

Seperti tahun-tahun sebelumnya, MTs Negeri Malang III (Masanega) Sepanjang, Gondanglegi menggelar Ajang Prestasi Siswa (Apresiasi), Sabtu akhir Januari. Ajang ini melombakan bakat seni dan kemampuan akademik olimpiade mapel siswa SD/MI.


Apresiasi Masanega tahun ini lebih ramai peserta, diikuti setidaknya 363 siswa kelas IV, V, dan VI. Mereka adalah siswa-siswi berbakat dan terbaik dari 48 SD/MI se- Malang Raya.
Waka kesiswaan MTsN Malang III Hendik Kusmanto mengungkapkan, Ajang Apresiasi bagi siswa SD/MI ini sengaja digelar untuk lebih memperkenalkan keberadaan Masanega sekaligus menggali dan mewadahi bakat siswa SD/MI di bidang akademik maupun non akademik.


 Hasil akhir lomba, peserta terbaik didominasi siswa dari MINU Bululawang, SDN Gondanglegi Wetan 01, dan MINU Al-Adroiyah (lihat boks daftar juara). (min)

About us

GRAHA AKSARA CENDEKIA Jl. Sawo (Timur Stadion Kanjuruhan) Kepanjen Malang Email: cendekia.redaksi@gmail.com Website: www.majalahcendekia.com

FAQ's

FAQ's

© 2011-2014 Majalah Cendekia. Designed by Bloggertheme9.