Apresiasi

Showing posts with label Apresiasi. Show all posts
Showing posts with label Apresiasi. Show all posts

Thursday, 18 June 2015

Belajar Maksimal Berbuah Raihan NUN Tertinggi

Unknown     10:47:00    
Kalangan pendidikan di Malang Raya patut berbangga. Dari rilis hasil evaluasi ujian nasional berupa Nilai Indeks Integritas Kejujuran (NIIK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) belum lama ini, kinerja pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA Kota Malang mencapai 7,19. Nilai itu merupakan yang tertinggi di Jawa Timur.

Setelah Kota Malang, disusul Kota Batu dengan IIUN 76,59 dan Kabupaten Malang dengan IIUN 73,72. Sedangkan Kota Surabaya berada diurutan keempat dengan IIUN 71,39 dan peringkat kelima ditempati Kota Madiun dengna nilai 71,02. Sementara itu, di Kabupaten Malang, hasil UN jenjang SMA/SMK secara perorangan juga cukup membanggakan. Sebut saja, peringkat ke-6 dari sepuluh besar NUN tertinggi SMK se Jatim diraih siswa SMKN 1 Turen.

Berikut sejumlah siswa dengan prestasi NUN yang berhasil ditemui Majalah CENDEKIA belum lama ini.

Weni Indriyani, NUN Peringkat ke-6 Jatim SMK

Prestasi membanggakan hasil Ujian Nasional (UN) tertinggi kembali diraih siswa SMK Negeri 1 Turen tahun ini. Satu siswanya, Weni Indriyani, meraih peringkat tertinggi hasil UN SMK se Kabupaten Malang. Tak hanya itu, dengan memperoleh jumlah nilai kumulatif UN dan kejuruan 380,6, siswa program keahlian akuntansi ini pun masuk dalam 10 besar peraih NUN tertinggi SMK se Jawa Timur.

Weni Indriyani mengaku senang bisa membanggakan sekolah dan orang tua dengan prestasinya. Dikatakan ia, meski tak menyangka sebelumnya, ia merasa yakin akan mendapatkan rata-rata NUN 38 ke atas. Ini diyakini karena dari tujuh kali tryout yang dilakoninya, ia selalu mendapatkan hasil ujian 10 besar tertinggi.

Apalagi, siswi kelahiran 23 Juni ini juga telah mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi ujian nasional. Terhitung lima bulan sejak Maret 2014, ia harus mengikuti program pembinaan khusus persiapan UN yang diadakan sekolah. Wina Indriyani juga memiliki persiapan khusus. Sejak awal naik kelas XII, ia sudah berkomitmen selalu belajar dan mengurangi kegiatan untuk kesenangan seperti menonton siaran televisi. Setiap hari ketika memasuki malam, ia sengaja tidur lebih awal agar tengah malam bisa bangun dan belajar. Ini dilakoninya hampir tiap tengah malam usai salat malam.

Christopher D. Kurniawan dan Sindi Pramurti, Peraih NUN Tertinggi Program IPA-IPS UN CBT

Setidaknya, dari hasil nilai ujian nasional (NUN) murni, lima besar peraih NUN tertinggi Kabupaten Malang diborong siswa SMAN 1 Kepanjen untuk program IPA dan IPS. Dari hasil rekap NUN SMA/SMK se Kabupaten Malang Dindik Kabupaten Malang, NUN tertinggi siswa SMAN 1 Kepanjen hampir merata pada semua program, kecuali program Bahasa yang hanya satu siswa di peringkat ke-5.

Kedua siswa SMAN Kepanjen peraih NUN tertinggi se Kabupate Malang program IPA dan IPS adalah Christopher Daniel Kurniawan dan Sindi Pramurti. Yang membanggakan, perolehan NUN tertinggi ini didapatkan dari ujian yang tidak biasanya, atau dari UN computer based test (CBT). Selain membutuhkan kemampuan mengerjakan yang baik, pelaksanaan test CBT juga diyakini seratus persen jujur.

Ini seperti yang dialami Christopher Daniel Kurniawan, peserta UN CBT, peraih NUN tertinggi program IPA. Dikatakan ia, penguasaan materi pelajaran menjadi kunci utama keberhasilannya meraih nilai tertinggi ujian CBT. Namun begitu, katanya, kepandaian mengatur waktu selama mengerjakan soal dan persiapan sebelumnya juga tak kalah penting.

Nur Rohmat, Peroleh Beasiswa Polman ASTRA

Nur Rohmat adalah siswa program teknik alat berat lulusan SMKN 1 Singosari yang menjadi wisudawan terbaik sekolah setempat. Ia lebih memilih melanjutkan kuliah dengan beasiswa di Polman ASTRA di darah Sunter Jakarta dengan masa studi tiga tahun. Alasannya, ia ingin lebih bersaing di dunia kerja dengan keunggulan ilmu dan kompetensi keahlian lebih baik. Terutama, menghadapi persaingan kerja di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) mulai tahun depan. Karena, bagi Nur Rohmat, lulusan SMK hanya akan menempati pekerjaan mekanik bawah atau yunior. (min)


Sunday, 24 May 2015

Siswa-Guru Belajar Singkat di Negara Asia hingga Eropa

Unknown     19:00:00    
Siswa-Guru Belajar Singkat di Negara Asia hingga Eropa
Sejumlah siswa dan guru Kabupaten Malang memiliki kesempatan emas mengenyam pelatihan dan pendidikan singkat di luar negeri. Melalui berbagai program peningkatan kompetensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mereka bisa melihat dari dekat dan mengalami langsung pendidikan dan budaya di sejumlah negara yang dituju.

Setidaknya, seperti yang dialami sejumlah siswa dan guru SMK. Tahun ini, sejumlah siswa mengikuti program international. Bersama 20 peserta lain, dua siswa SMK Negeri 2 Turen mendapatkan kesempatan rangkaian kegiatan international World Expo Milano di Italia. Keduanya adalah Ari Firman Hardianto dan Faizal Nurrohman.

Program ini diawali pelatihan khusus di Akedemi Angkatan Laut Surabya selama 27-28 April. Selanjutnya, peserta akan melakukan pelayaran menuju Genoa Italia menggunakan kapal KRI BJM-592 selama 43 hari. Kegiatan WEM sendiri dilangsungkan selama lima hari.

Sejumlah siswa SMK lain juga mendapatkan kesempatan studi setara D2 di Perancis yang difasilitasi Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud dengan biaya penuh pendidikan selama dua tahun dari pemerintah setempat. Persisinya, program Brevet de Technicien Sueriuer (BTS) di bidang di bidang Mekatronika, Otomotif, Welding serta Maintenance dan Repair.

Program D2 BTS di Prancis masih akan dilaksanakan September 2015 mendatang. Namun, serangkaian tahapan sudah harus dilalui peserta. Termasuk pelatihan bahasa Perancis yang difasilitasi Dirjen Dikmen Kemdikbud. Kesempatan ini akan dipastikan setelah siswa yang bersangkutan lolos seleksi bersaing dengan 11 siswa lain yang ditunjuk Dirjen Pendidikan Menengah Kemdikbud.

Dari Jawa Timur, peserta dari program ini diambil dari SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMKN 1 Singosari, SMKN 1 Purwosari, SMK PGRI 3 Malang, SMKN 1 Jenangan, Ponorogo, SMKN 2 Probolinggo, dan SMKN 2 Surabaya.

Sementara itu, seorang guru SMP mendapatkan kesempatan mengikuti program rintisan guru bertaraf internasional yang difasilitasi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur. Program ini bernama Diklat di SEAMEO-RELC dan berlangsung selama 5-30 April ini dengan negara tujuan Singapura. Guru tersebut adalah Ina Ariani, guru bahasa Inggris SMP Negeri 5 Kepanjen.

Program ini sejatinya diikuti 76 guru se Jatim. Namun, LPMP mengharuskan seleksi dan hanya menjaring 20 guru. Seleksi yang digelar mencakup tes pengetahuan umum dan kependidikan, psikotes, dan kemampuan bahasa Inggris. (min)

Sylma Dhini Avitra, Generasi Pemimpin Masa Depan Duta Forum Anak Nasional, Multitalenta Sarat Prestasi

Unknown     18:56:00    
Sylma Dhini AvitraMasih ingat dengan Sylma Avitra?

Ya, lama tak terdengar kabarnya, bukan berarti siswa kelas XI-IPA6 SMA Negeri 1 Kepanjen ini vakum dari kegiatan. Justru, selama setahun terakhir, Sylma Avitri tetap sibuk berbuat positif dan tetap berprestasi.

Bisa dikata, Sylma adalah sosok generasi pemuda calon pemimpin bangsa. Di usianya yang masih remaja, ia telah berkali-kali menjadi duta Kabupaten Malang di berbagai ajang kegiatan. Dua tahun terakhir, Sylma aktif menjadi ketua Laskar Anak Kabupaten Malang, sekaligus berkiprah menjadi duta Forum Anak Provinsi Jatim dan Nasional. Dalam Forum Anak Nasional, Sylma adalah koordinator Divisi Advokasi dan Partisipasi anak. Bersama satu temannya asal Nganjuk, ia menjadi salah satu duta Jatim di forum anak nasional.

Mengadvokasi, memberi pemahaman terkait hak-hak anak, khususnya perlindungan anak, menjadi kegiatan yang dilakoninya lebih dari setahun terakhir. Bahkan, tak hanya sosialisasi, Sylma juga memiliki misi tersendiri bagaimana membangkitkan motivasi anak sekolah atau teman sebaya supaya eksis dan mampu menjawab tantangan yang ada.

Sosialisasi dan advokasi hak-hak partisipasi dan perlindungan anak kerap dilakukannya melalui sosial media. Isu yang banyak dibahas adalah soal perlindungan anak dari kekerasan, khususnya kekerasan seksual. Selain itu, roadshow keliling kecamatan menjadi bagian kesibukannya yang harus dilaukukan agar anak-anak Kabupaten Malang khususnya benar-benar memahami hak-haknya. Termasuk, ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah kecamatan pinggiran.

“Dari beberapa kali kumpul dan diskusi bersama, soal kekerasan verbal akibat senioritas kakak kelas pada adiknya di sekolah paling banyak dikeluhkan. Mendatang, kami akan awali bagaimana hal ini tidak lagi banyak terjadi dan dialami terutama pada siswa baru,” beber putri sulung pasangan Yudi Aria Wibowo dan Siti Qoniah ini.

Mengajak siswa yang selalu termotivasi berprestasi juga tengah menjadi keprihatinan bagi Sylma. Menurutnya, mindset siswa bahwa prestasi itu terlahir dari ekonomi mapan dan sekolah favorit harus dibuang jauh.

“Prestasi itu bisa datang dari manapun, koq! Tidak perlu minder. Asal mau berusaha dan yakin, insya Allah bisa diraih,” demikian ia berprinsip. Meski sibuk menjadi duta Laskar Anak Kabupaten Malang, sederet prestasi tetap bisa diukir Sylma. Setidaknya ada 9 (sembilan) jenis penghargaan telah didapatkannya. Setahun terakhir saja, ia meraih juara 1 Siswa Berprestasi Seni Jawa Timur. Prestasi ini buah bakat dan ketekunan Sylma pada bidang seni menyanyi, menari, drama, bermain musik, dan public speaking. Prestasi lainnya adalah juara 1 lomba karya ilmiah tingkat nasional yang digelar HMI Cabang Malang. Dalam lomba ini, ia mampu mengungguli sekitar 380 peserta lain se Indonesia. Dengan prestasi ini, Sylma berhak mendapatkan tropi dan piagam penghargaan yang ditandatangi Ridwan Hisyam, ketua Komisi X DPPR RI.

Meski memiliki segudang prestasi, namun semua belum membuatnya puas. Gadis berjilbab ini pun masih terobsesi mengejar prestasi di bidang akademik. Apalagi, ia masih memegang kuat cita-cita menjadi seorang dokter kelak. (min)

Tuesday, 17 March 2015

Tata PengelolaanPAUD, Susun Buku Ajar Berkearifan Lokal

Unknown     16:19:00    
Tata PengelolaanPAUD, Susun Buku Ajar Berkearifan Lokal

Penghargaan predikat lulusan terbaik diterima Sudarjo langsung dari Bupati Malang Rendra Kresna di Ruang Anusapati kantor Pemkab Malang, Jumat (12/12) lalu. Pada diklatpim III yang diselenggarakan selama 94 hari mulai 8 Agustus sampai 4 September ini, Sudarjo menjadi perserta bersama pmpinan eselon lain dari sejumlah SKPD yang ada di Kabupaten Malang.
Penghargaan ini tentunya menjadi kado bagi Dindik di Hari Jadi Kabupaten Malang ke 1.246 tahun ini. Bagi Sudarjo sendiri, prestasi ini bukan kali pertama. Pada 2008 lalu, usai mengikuti diklatpim IV, predikat yang sama juga berhasil diraihnya saat ia masih menjabat kasi Sarpras bidang Sekmen Dindik.
Apa yang menjadikannya terpilih menjadi peserta terbaik diklatpim III? Aspek kemampuan kepemimpinan mendapatkan penilaian tertinggi yang diraih Sudarjo. Salah satu indikatornya, memiliki konsep proyek perubahan (project charter). Sudarjo dinilai mampu mengembangkan sebuah program berupa penyusunan buku ajar PAUD berbasis kearifan lokal. Konsep pengembahan buku bahan ajar berbasis lokal ini pula yang dipresentasikannya dalam ujian di depan tim penguji dari Badiklat, ITS, Unair, dan UM lalu.
Bagi Sudarjo, tidak terakomodirnya kekayaan lokal daerah sangat
memprihatinkan. “Kearifan lokal harus diperkenalkan kepada peserta didik PAUD sejak dini. Seperti memasukkan peninggalan sejarah dan budaya berupa candi atau kekayaan wisata alam lainnya. Buku ajar yang memuat kearifan lokal ini nantinya akan menjadi pegangan PAUD mulai 2015 mendatang,” kata Sudarjo, disela-sela sosialisasi kurikulum 2013 di gedung dewan Jl Panji, Ahad (14/12) siang.
Selain buku ajar, Sudarjo juga tengah mengkonsentrasikan pengelolaan PAUD lebih baik sesuai Permendikbud no 58/2009. Dikatakan, lembaga Paud harus mulai membenahi dengan baik pengadministrasian mulai pembelajaran hingga penilaian sesuai ketentuan. Apalagi, selama ini pengadministrasian dilakukan secara berbeda menurut versi masing-masing lembaga. Standar pengelolaan ini pula yang juga dikuatkan dalam sosialisasi K-13 yang juga difasilitasi BPPAUDNI Regional II Surabaya akhir pekan lalu.
Mendatang, katanya, semua lembaga PAUD pada akhirnya harus terstandarisasi sesuai ketentuan. Ini juga akan berlaku kepada semua satuan pendidikan nonformal lainnya seperti PKBM dan lembaga kursus dan pelatihan. “Kami akan berupaya mempercepat pencapaian akreditasi ini, terutama bagi lemabaga yang sudah siap. tiap satuan setidaknya ada lima lembaga yang sudah terakreditasi nasional tahun ini,” tegas pria yag juga ketua paguyuban kabid PLS/PNFI Jawa Timur ini.
Sudarjo mengawali karir sebagai PNS Kanwil Depsos Jawa Timur tahun 1993. Di lingkungan SKPD Dindik Kabupaten Malang, Sudarjo mulai masuk menjadi staf pada tahun 2000, dan menduduki jabatan sebagai kasi sarpras bidang Sekmen selama setidaknya tiga tahun sejak tahun 2008. Ia kemudian berpindah menjabat salah satu kasi di SKPD Dispora selama setahun. Sebelum menjadi kabid PLS Dindik per Januari 2014, pria asli Solo kelahiran ini 8 Juli 1964 ini sempat mampir menjadi kabid perlindungan masyarakat di SKPD Satpol Pamong Praja pemkab Malang selama empat bulan.
Basic pendidikan S1 Sudarjo? Namun demikian, ia juga mendapatkan dua gelar magister science dan magister pendidikan. gelar MPd diraihnya dari program master kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tahun 1993. Sederetan prestasi lain juga telah berhasil diraih rumpun PAUDNI di Kabupaten Malang setahun terakhir. Sebut saja, juara 1 tutor Paket B tingkat nasional, juara 1 stand pameran LKP Jatim, juara 2 lomba gugus PAUD yang diraih KKG kecamatan Lawang, dan juara harapan 3 lomba PAUD tingkat provinsi Jatim.

About us

GRAHA AKSARA CENDEKIA Jl. Sawo (Timur Stadion Kanjuruhan) Kepanjen Malang Email: cendekia.redaksi@gmail.com Website: www.majalahcendekia.com

FAQ's

FAQ's

© 2011-2014 Majalah Cendekia. Designed by Bloggertheme9.